Jakarta, Gesuri.id - Langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan lokal terus digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menghadiri langsung kegiatan penebaran benih ikan lele di Karangrejek yang dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Program budidaya ini merupakan bantuan stimulan dari Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) yang bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok masyarakat, tetapi juga menjadi pilar pendukung program pemenuhan gizi masyarakat di tingkat kalurahan.
Salah satu poin utama yang ditekankan oleh Bupati Endah adalah pentingnya kepastian pasar bagi para pembudidaya. Ia menegaskan hasil panen lele dari Karangrejek nantinya akan diintegrasikan dengan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Kita dibantu, tetapi kalau kita tidak bisa menjual pasti akan menjadi beban para kelompok dan anggotanya," ujar Bupati Endah menekankan bahwa kolaborasi dengan SPPG menjamin hasil panen lele akan diserap untuk penyediaan menu makan bergizi gratis, Senin, (19/1/2026).
Sinergi ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pasokan lele untuk gizi masyarakat setidaknya setiap dua hari sekali.
Bupati yang baru memulai periode kepemimpinan 2025-2030 ini memberikan perhatian detail terhadap aspek teknis pengelolaan kolam.
Beliau mengibaratkan perawatan bibit lele seperti merawat bayi manusia yang memerlukan perhatian ekstra, terutama pada masa kritis 2-3 hari pertama setelah penebaran.
1. Pemantauan pH dan Oksigen: Pengelola diingatkan untuk waspada terhadap kadar pH air dan memastikan aliran listrik stabil agar ketersediaan oksigen melalui aerator terjaga.
2. Sistem Budidaya Terintegrasi: Bupati mendorong sistem bioflok ini diintegrasikan dengan penanaman sayuran organik seperti kangkung, memanfaatkan limbah kolam sebagai pupuk organik yang kaya nutrisi.
3. Manajemen Penyortiran: Penyortiran ikan berdasarkan ukuran secara rutin menjadi kunci agar pertumbuhan ikan seragam dan pasokan ke SPPG tetap terjaga.
Ketua Koperasi Desa Merah Putih, Sujarwanto, menyatakan bahwa persiapan lahan telah dilakukan selama dua bulan sebelum penebaran benih dilakukan hari ini.
Pihaknya mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan serta berharap pendampingan teknis terus berlanjut pasca-penebaran.
Sebagai langkah pengembangan kapasitas, Bupati Endah juga mendorong para pengelola koperasi untuk melakukan studi banding ke lokasi budidaya lele lain yang telah sukses agar inovasi dalam pengelolaan koperasi terus berkembang.
Langkah Pemkab Gunungkidul melalui integrasi KDMP dan SPPG ini merupakan manifestasi dari konsep pembangunan desa yang mandiri.
Dengan memproduksi sumber protein (lele) dan sayuran organik di lokasi yang sama, Karangrejek kini menjadi salah satu sentra ketahanan pangan yang berperan langsung dalam menekan angka stunting melalui penyediaan pangan berkualitas dan terjangkau bagi warga.

















































































