Manado, Gesuri.id - Bupati Minahasa Utara (Minut) yang juga Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Joune Ganda, menyoroti potret buram sektor perkebunan kelapa di daerahnya.
Ia blak-blakan menyebut banyak generasi muda di Minut yang enggan menjadi petani kelapa dan lebih memilih bermain game atau menjadi tukang ojek.
Hal tersebut disampaikan Joune Ganda saat mewakili Ketua Umum Apkasi memberikan pandangan dalam Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Koalisi Pemerintah Daerah Penghasil Kelapa (KOPEK) II 2026 di Courtyard by Marriott Manado Hotel.
Ia menilai banyak yang merasa kelapa belum terlalu menjamin perekonomian.
"Saya melihat banyak yang merasa kelapa ini belum terlalu menjamin perekonomian keluarga, generasi muda lebih memilih bermain game dan menjadi tukang ojek karena hasilnya cepat," kata Joune, dikutip Kamis (8/10/2026).
Menurut Joune, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah hilangnya minat generasi muda untuk meneruskan profesi sebagai pemanjat kelapa.
Kondisi ini memicu krisis tenaga kerja perkebunan secara lokal.
"Ada pandangan di masyarakat, masakan orang tua saya tukang naik kelapa, saya juga yang akhirnya banyak yang cari pekerjaan lain," bebernya.
Bagi Joune, ironisnya sebagian besar pohon kelapa di Minahasa Utara saat ini merupakan kelapa warisan turun-temurun yang usianya sudah mencapai puluhan tahun dan minim peremajaan.
Ditambah lagi, kata dia, luas lahan kelapa terus menyusut akibat perkembangan wilayah dan alih fungsi lahan.
"Apalagi kalau harga kelapa turun, banyak yang dibiarkan jatuh sendiri sehingga kualitas dan pemanfaatan dari kelapa itu sendiri makin berkurang," imbuhnya.
Untuk mengatasi rantai persoalan ini, Joune meminta pemerintah pusat tidak hanya fokus memberikan bantuan bibit.
Ia meminta adanya terobosan nyata dari hulu ke hilir, mulai dari modernisasi metode panen, peremajaan massal, hingga pengolahan produk turunan (hilirisasi) dan kepastian pasar.
"Usul saya supaya bisa disampaikan ke pemerintah pusat, bagaimana kita bisa mengembangkan petani, bukan hanya memberikan bibit, tapi sampai pengolahan dan penjualannya agar perekonomian lancar," jelas Joune.

















































































