Jakarta, Gesuri.id - Gerakan Pasar Murah Landak 2026 kembali digelar oleh Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, di Desa Sebadu, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Selasa (24/02/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga pangan di daerah tersebut.
Baca: Ganjar Minta Dana Pemda yang Mengendap di Perbankan
Gerakan Pasar Murah Landak difokuskan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga bahan pokok selama tahun 2026, khususnya di wilayah Kecamatan Mandor. Pemerintah Kabupaten Landak menilai langkah ini penting untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah bahan pokok dijual kepada masyarakat, antara lain beras SPHP, minyak goreng, gula pasir, bawang putih, bawang merah, mentega, tepung terigu, susu kental manis, telur ayam, serta gas LPG 3 kilogram. Komoditas tersebut merupakan kebutuhan utama rumah tangga yang berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.
Karolin menyampaikan bahwa gerakan pangan murah menjadi instrumen pemerintah daerah untuk menekan laju inflasi sekaligus memastikan distribusi pangan tetap stabil. Melalui program ini, pemerintah hadir secara langsung di tengah masyarakat untuk menjaga keseimbangan harga dan pasokan.
Baca: Ganjar Tegaskan Pemuda Harus Benar-benar Siap
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda Landak, Anggota DPRD Dapil II Fraksi PDI Perjuangan, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan, Kepala Dinas Pertanian, para kepala bagian, Forkopimcam Mandor, para kepala desa beserta jajaran, serta masyarakat setempat.
Gerakan Pasar Murah Landak di Desa Sebadu diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi warga, terutama dalam menjaga daya beli di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

















































































