Ikuti Kami

Karolin Resmikan Kantor Desa Hilir Tengah: Berikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

Karolin: Saya titip kepada masyarakat untuk menjaga gedung ini, karena ini adalah milik bersama yang dibangun dari semangat kebersamaan.

Karolin Resmikan Kantor Desa Hilir Tengah: Berikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, memimpin langsung apel Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 yang dipusatkan di halaman Kantor Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Senin (19/1/2026).

Jakarta, Gesuri.id -  Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, memimpin langsung apel Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 yang dipusatkan di halaman Kantor Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Senin (19/1/2026).

Mengusung tema “Bangun Desa Bangun Indonesia, Desa Terdepan Untuk Indonesia”, momentum ini sekaligus dirangkai dengan peresmian gedung baru Kantor Desa Hilir Tengah.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Landak, para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Landak, para Camat, serta seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Landak.

Dalam amanatnya, Bupati Karolin menegaskan peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan komitmen pemerintah untuk menjadikan desa sebagai subjek utama pembangunan. Hal ini selaras dengan Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 2024 yang menetapkan Hari Desa Nasional sebagai bentuk perhatian khusus negara.

“Desa adalah unsur pemerintahan terdepan yang paling dekat dengan masyarakat. Dengan adanya UU Nomor 3 Tahun 2024, desa memiliki landasan hukum kuat untuk mengelola sumber daya dan menentukan arah pembangunannya secara mandiri demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Karolin.

Bupati Karolin juga memaparkan delapan fokus utama penggunaan Dana Desa tahun 2026 yang wajib menjadi perhatian para kepala desa, di antaranya penanganan kemiskinan ekstrem, penguatan desa berketahanan iklim dan tangguh bencana, peningkatan layanan dasar kesehatan skala desa, program ketahanan pangan, energi, dan lembaga ekonomi desa, dukungan implementasi Koperasi Desa Merah Putih. Pembangunan infrastruktur melalui Padat Karya Tunai Desa (PKTD), pembangunan infrastruktur digital dan teknologi serta pengembangan potensi dan keunggulan lokal desa.

Usai apel, Bupati secara resmi meresmikan Kantor Desa Hilir Tengah. Dirinya berharap gedung baru yang lebih representatif ini dapat memacu kinerja perangkat desa dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kantor desa adalah pusat administrasi dan musyawarah. Saya titip kepada masyarakat untuk menjaga gedung ini, karena ini adalah milik bersama yang dibangun dari semangat kebersamaan,” tambahnya.

Terkait kondisi cuaca, Bupati Karolin menjelaskan bahwa meski saat ini banjir telah surut dan mulai muncul titik panas (hotspot), Kabupaten Landak masih menetapkan status siaga bencana hingga 23 Januari mendatang.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kabupaten Landak menyalurkan bantuan logistik berupa paket beras dan mie instan kepada 3.635 Kepala Keluarga di 7 kecamatan dan 20 desa terdampak. Bantuan ini bersumber dari cadangan pangan pemerintah daerah serta dukungan dari Menteri Dalam Negeri melalui Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Menutup rangkaian acara, Pemerintah Kabupaten Landak memberikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Desa dan BPD atas dedikasinya dalam menjaga tata kelola keuangan desa yang akuntabel. Selain itu, dilakukan penyerahan secara simbolis 300 bibit tanaman produktif kepada warga Desa Hilir Tengah sebagai upaya nyata pelestarian lingkungan.

Sementara itu, Kepala Desa Hilir Tengah Donatus Budianto mengungkapkan rasa apresiasinya kepada seluruh warga Desa Hilir Tengah yang telah mendukung penuh terealisasinya pembangunan ini. Ia menjelaskan bahwa inisiatif pembangunan ini muncul setelah melalui proses Musyawarah Desa (Musdes) bersama tokoh masyarakat dan jajaran pemerintah desa.

“Kami melihat kondisi kantor desa yang lama memang tidak bisa untuk pelayanan maksimal karena lokasinya terlalu kecil dan berada di pinggir jalan raya, sehingga sangat mengganggu. Ditambah lagi, fasilitas parkir juga tidak ada,” ujar Donatus.

Donatus menuturkan bahwa gedung baru yang memiliki luas bangunan 8 x 16 meter ini diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat, yakni sekitar empat bulan pengerjaan. Proyek strategis desa ini menelan anggaran sebesar kurang lebih Rp400 juta.

Quote