Jakarta, Gesuri.id - Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengumumkan tingkat kemiskinan dan pengangguran di Bali terendah secara nasional. Koster mengungkapkan hal itu dalam keterangan resminya, Minggu (8/2/2026) malam.
Tingkat kemiskinan di Bali pada tahun 2025 sebesar 3,42 persen. Angka itu menurun 0,38 persen, dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 3,80 persen, sehingga tingkat kemiskinan di Bali terendah secara nasional.
"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang diumumkan pada tanggal 5 Februari 2026, pencapaian indikator makro hasil pembangunan Bali tahun 2025 menunjukkan kinerja yang sangat baik, melampaui target yang direncanakan dalam pembangunan," jelas Koster.
Sementara tingkat pengangguran di Bali pada tahun 2025 adalah sebesar 1,45 persen. Angka itu menurun 0,34 persen, dibanding tahun 2024 yakni 1,79 persen. Dengan begitu, tingkat pengangguran di Pulau Dewata pun terendah secara nasional.
Pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2025 secara kumulatif dilaporkan sebesar 5,82 persen. Meningkat 0,34 persen dibanding tahun 2024, yakni 5,48 persen. Tercatat peringkat ke-5 tertinggi secara nasional.
Koster mengungkap pertumbuhan ekonomi sebesar 5,82 persen merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 7 tahun terakhir.
Lalu terkait tingkat kesenjangan ekonomi masyarakat Bali yang diukur dengan Indeks Gini Rasio, pada tahun 2025 sebesar 0,333, menurun dibanding tahun 2024 sebesar 0,348.
"Artinya pendapatan masyarakat di Bali semakin merata dan semakin baik," kata Koster.
Sebelumnya, Koster juga menginstruksikan perangkat daerah agar menggunakan data BPS sebagai dasar perumusan program dan kebijakan pembangunan.
“Cari rumah tangga miskin yang masih tersisa ini, petakan secara detail. Kepala dinas sosial, PMD, dan perangkat daerah lain harus keroyokan. Target kita jelas, kemiskinan harus terus turun dan menuju nol di Bali,” ungkap Koster, pada Jumat (6/2/2026).
Selain itu dia juga meminta Dinas Tenaga Kerja untuk memetakan pengangguran dan menyelenggarakan bursa kerja berskala besar.
Lulusan SMK dan perguruan tinggi dipertemukan langsung dengan dunia usaha.
“Pengangguran ini harus kita nolkan. Kita harus serius bikin job fair besar, datangkan perusahaan sebanyak-banyaknya, supaya anak-anak Bali terserap kerja,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan, memaparkan dari sisi kesejahteraan sosial, tingkat kemiskinan di Bali pada September 2025 tercatat 3,42 persen, terendah sejak penghitungan kemiskinan tahun 1996.
Jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 160,09 ribu orang, dengan garis kemiskinan rumah tangga sebesar Rp 2,65 juta per bulan.

















































































