Sidoarjo, Gesuri.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Fraksi PDI Perjuangan, Suyarno, menegaskan komitmen politik kemanusiaannya dengan menempatkan diri sebagai garda terdepan dalam membela hak-hak dasar masyarakat Sidoarjo.
Selain menjalankan fungsi manajerial pengawasan terhadap APBD 2025 senilai Rp 5,947 triliun, Suyarno secara aktif melakukan advokasi langsung terhadap berbagai persoalan darurat yang menyentuh wong cilik. Langkah strategis ini mencakup pengawalan ketat di sektor kesehatan, perlindungan tenaga kerja, hingga jaminan pendidikan, guna memastikan negara hadir di tengah setiap kesulitan yang dihadapi oleh warga secara nyata dan solutif.
“Fungsi pengawasan kami di gedung dewan tidak boleh sebatas angka dan dokumen, tetapi harus dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga yang sedang berjuang mencari keadilan dan pelayanan,” tegas Suyarno saat dihubungi melalui telepon. Senin (5/1).
Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat
Salah satu bukti nyata keberpihakan Suyarno adalah peran aktifnya dalam mengawal kasus dugaan malpraktik di wilayah Porong yang sempat menjadi perhatian luas dan memicu empati publik. Beliau hadir langsung untuk melakukan audiensi dengan keluarga korban, sekaligus mendesak otoritas kesehatan agar melakukan investigasi menyeluruh demi menjamin keselamatan pasien di seluruh fasilitas medis Sidoarjo. Bagi Suyarno, transparansi dalam penanganan kasus kesehatan adalah bentuk penghormatan terhadap martabat manusia yang tidak bisa ditawar oleh kepentingan apapun. Beliau menegaskan bahwa PDI Perjuangan tidak akan membiarkan rakyat berjuang sendirian melawan ketidakadilan sistemik di sektor pelayanan publik.
“PDI Perjuangan adalah rumah besar bagi rakyat. Jika ada warga yang dipersulit saat berobat atau menjadi korban kelalaian layanan kesehatan, kami wajib hadir dan pasang badan untuk mereka,” ujar sosok legislator yang dikenal vokal dalam urusan kemanusiaan ini.
Kepekaan sosial Suyarno juga menyasar sektor pendidikan, di mana beliau secara responsif menyelamatkan masa depan generasi muda dengan membela belasan siswa yang terancam putus sekolah karena kendala administratif. Beliau memastikan bahwa setiap anak di Sidoarjo memiliki hak yang sama untuk mengenyam bangku sekolah tanpa perlu merasa terancam oleh birokrasi yang kaku.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Selain itu, Suyarno terus mendorong percepatan proyek strategis seperti RSUD RT Notopuro dan RSUD Sedati agar segera beroperasi maksimal demi memperluas akses layanan medis berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Kami akan terus mengawal agar setiap rupiah dari APBD kembali ke rakyat dalam bentuk layanan kesehatan gratis, beasiswa pendidikan, dan perlindungan sosial yang inklusif bagi semua,” pungkas Suyarno menutup laporannya.
Melalui sinergi antara kebijakan anggaran yang pro-rakyat dan keberanian advokasi di lapangan, Suyarno membuktikan bahwa Fraksi PDI Perjuangan Sidoarjo tetap konsisten menjalankan mandat partai untuk selalu berada di tengah-tengah rakyat. Komitmen ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi legislatif sebagai penyambung lidah rakyat yang autentik dan berintegritas.

















































































