Ikuti Kami

Marinus Gea Apresiasi Pemanfaatan Istana Yogyakarta untuk Sampaikan Sejarah Indonesia

Marinus Gea, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut meliputi beberapa lokasi di istana, salah satunya museum. 

Marinus Gea Apresiasi Pemanfaatan Istana Yogyakarta untuk Sampaikan Sejarah Indonesia
Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea.

Jakarta - Komisi XIII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Istana Kepresidenan Yogyakarta, Rabu (11/2).

Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut meliputi beberapa lokasi di istana, salah satunya museum. 

Menurutnya, hal penting yang menjadi perhatian adalah bagaimana sejarah Indonesia dapat disampaikan dan dimanfaatkan oleh pemerintah melalui istana-istana kepresidenan.

Baca: Ganjar Minta Parpol Pendukung Wacana Kepala Daerah Dipilih

"Ada hal yang penting bagaimana sejarah Indonesia itu bisa terungkap di dalam Istana Kepresidenan ini. Dan bagaimana pemerintah memanfaatkan istana-istana kepresidenan ini, baik yang di Yogyakarta, Cipanas, kemudian Jakarta dan lain sebagainya itu, bisa menjadi sumber sejarah yang tidak bisa dilupakan oleh anak-anak. Jadi terus harus di-remind (diingatkan),” kata Marinus Gea.

Marinus juga menyoroti reaksi generasi muda yang ikut dalam kunjungan tersebut. Dia mengatakan, banyak dari mereka yang terkejut melihat perkembangan sejarah Indonesia yang disajikan dalam museum, mulai dari masa penjajahan, kemerdekaan, hingga para tokoh yang berperan penting.

“Di dalam museum itu cerita tentang bagaimana perkembangan Indonesia mulai dari zaman penjajahan dalam bentuk lukisan-lukisan, kemudian kemerdekaan dan siapa saja tokoh-tokohnya. Termasuk bagaimana tokoh-tokoh yang memulai perjuangan ini, dan termasuk penjahit bendera Merah Putih, Ibu Fatmawati, istri Bung Karno sebagai Presiden pertama Republik Indonesia,” jelasnya.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Selain itu, Marinus juga menyoroti soal kondisi museum dan istana. Menurutnya, penting alokasi dana yang memadai untuk perawatan museum dan istana agar sejarah bangsa tetap terjaga dan bisa diketahui oleh generasi berikutnya.

“Saya kira kita tidak boleh memungkiri bahwa ketika kita harus mengungkap sejarah, harus ada alokasi dana yang cukup untuk itu. Terutama bagaimana sejarah ini tetap harus bisa diketahui oleh anak-anak kita, generasi-generasi berikutnya. Saya kira kita dukung ya, Komisi XIII akan dukung itu,” pungkasnya

Quote