Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mencecar Direktur Utama PT Semen Indonesia (SIG) terkait kinerja perusahaan, khususnya perbandingan antara pendapatan dan laba yang dinilai jauh dari optimal.
"Saya coba tadi melakukan riset dengan membandingkan capaian kerja PT Semen Indonesia dan Indocement. Hasilnya jauh sekali, Pak Dirut,” kata Mufti memulai, dikutip Senin (13/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat di Ruang Rapat Komisi VI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, yang turut dihadiri Dirut PT SIG Indrieffouny Indra.
Mufti kemudian memaparkan data terkait kapasitas produksi Semen Indonesia (SIG) yang dinilai jauh lebih besar dibandingkan Indocement, namun tidak sebanding dengan capaian pendapatan.
"Nah, kapasitas Semen Indonesia 56 juta ton, Indocement hanya 33,5 juta ton. Tapi pendapatan Semen Indonesia 35,4 triliun. Indocement hanya 17,5 triliun," ucapnya.
Ia menilai hal yang lebih mencolok justru terlihat dari perbandingan laba bersih kedua perusahaan tersebut.
"Yang menarik, laba bersih Semen Indonesia hanya Rp191 miliar. Sedangkan Indocement Rp2,24 triliun," ujarnya.
Mufti mengaku heran dengan perbedaan signifikan tersebut dan mempertanyakan penyebabnya kepada jajaran manajemen perusahaan.
"Kami pengen tanya, kenapa ini bisa terjadi Pak," imbuhnya.
Lebih lanjut, ia juga menyentil langkah perusahaan yang dinilai tidak perlu mencari konsultan dari luar negeri, melainkan bisa belajar dari perusahaan swasta dalam negeri.
"Maka ke depan, kami minta Semen Indonesia tidak perlu muluk-muluk cari konsultan dari luar negeri, Pak. Belajar aja sama Indocement," pungkasnya.

















































































