Ikuti Kami

Mufti Anam Tegaskan Komitmennya Kawal Penyaluran PIP Agar Tepat Sasaran

"Tidak semua anak lahir dengan kesempatan yang sama," ujar Mufti Anam.

Mufti Anam Tegaskan Komitmennya Kawal Penyaluran PIP Agar Tepat Sasaran
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam menegaskan komitmennya mengawal penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) agar bantuan pendidikan dari negara dapat diterima tepat sasaran oleh siswa yang membutuhkan. Menurutnya, setiap anak Indonesia berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan dan meraih cita-citanya tanpa terhalang kondisi ekonomi keluarga.

"Tidak semua anak lahir dengan kesempatan yang sama," ujar Mufti Anam dikutip Sabtu (273/6/2026).

Mufti mengatakan masih banyak anak yang harus menghadapi berbagai keterbatasan untuk dapat melanjutkan pendidikan. Di satu sisi, terdapat siswa yang dapat bersekolah dengan fasilitas memadai, namun di sisi lain masih ada anak-anak yang harus berjuang lebih keras bahkan terancam putus sekolah karena masalah biaya.

"Ada yang berangkat sekolah dengan fasilitas lengkap. Ada pula yang harus berjuang lebih keras, bahkan nyaris berhenti sekolah karena keterbatasan biaya," katanya.

Karena itu, ia menilai negara harus hadir untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh hak yang sama dalam mengakses pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi penting bagi masa depan generasi muda dan kemajuan bangsa.

"Karena itu, setiap anak Indonesia berhak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan meraih cita-citanya," ungkapnya.

Dalam upaya tersebut, Mufti mengaku terus mengawal penyaluran Program Indonesia Pintar agar bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh siswa yang berhak. Program tersebut dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam membantu keluarga yang mengalami keterbatasan ekonomi agar anak-anak mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan.

"Hari ini saya mengawal penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) agar bantuan pendidikan dari negara benar-benar sampai kepada siswa yang berhak menerimanya," tegasnya.

Ia menegaskan bahwa masa depan anak-anak Indonesia tidak boleh ditentukan oleh kemampuan ekonomi orang tua mereka. Setiap anak harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan menggapai impiannya.

"Sebab masa depan anak Indonesia tidak boleh ditentukan oleh tebal tipisnya dompet orang tuanya," ujarnya.

Mufti juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan akibat kesulitan ekonomi. Menurutnya, pengawasan terhadap berbagai program bantuan pendidikan perlu terus dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

"Kita harus memastikan bahwa tidak ada anak yang kehilangan mimpinya hanya karena keadaan ekonomi keluarganya. Kita harus bersama-sama mengawal agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang masa depan," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap anak memiliki hak untuk bermimpi dan merencanakan masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk menciptakan kesempatan yang memungkinkan mereka mewujudkan cita-cita tersebut.

"Karena setiap anak berhak bermimpi setinggi langit, dan tugas kita bersama adalah memastikan mereka memiliki kesempatan untuk mewujudkannya," pungkasnya.

Quote