Ikuti Kami

MY Esti Minta Pemerintah Beri Perhatian Khusus Terhadap Pemulihan Pendidikan di Wilayah Terdampak Bencana

fakta di lapangan menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar di wilayah pascabencana belum bisa dikatakan berjalan normal sepenuhnya.

MY Esti Minta Pemerintah Beri Perhatian Khusus Terhadap Pemulihan Pendidikan di Wilayah Terdampak Bencana
Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayati.

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayati meminta pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan pendidikan di wilayah terdampak bencana Sumatera, termasuk menjamin kelangsungan kuliah mahasiswa yang berasal dari daerah tersebut.

Esti menegaskan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar di wilayah pascabencana belum bisa dikatakan berjalan normal sepenuhnya.

"Faktanya memang kita tidak bisa mengatakan bahwa pendidikan sudah berjalan dengan normal. Kalau normal itu adalah dianggap semua sekolah sudah aktivitas termasuk di tindak darurat mungkin ini benar. Tetapi kalau normal bahwa 100 persen program yang mestinya sesuai dengan kurikulum kita berikan kepada anak didik, pasti tidak," kata Esti dalam keterangannya, Jumat (20/2).

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar 

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) ini menceritakan kondisi operasional sekolah di wilayah Sumatera yang masih memprihatinkan. Ia mengambil contoh kasus di SMK Badiri, Tapanuli Tengah.

Akibat kerusakan fasilitas, proses pembelajaran harus dilakukan secara bergantian dengan durasi yang sangat singkat.

"Misalnya saja sekolah SMK Badiri di Tapanuli Tengah ada 21 kelas, dia masuknya hanya tiga kelas-tiga kelas dengan masing-masing pelajarannya selama 2 jam," ujarnya.

Oleh karena itu, Esti mendorong para menteri terkait untuk tidak ragu mengajukan anggaran demi memulihkan fasilitas pendidikan agar kembali bermutu, memadai, dan berkeadilan.

Selain kondisi sekolah, Esti juga menyoroti nasib mahasiswa yang berasal dari wilayah terdampak bencana namun berkuliah di luar daerah.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

Menurutnya, kelompok ini sangat rentan putus kuliah karena sering kali luput dari rancangan program pemulihan bencana. Padahal, ekonomi orangtua mereka di daerah asal belum pulih.

Esti mendesak agar pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk biaya pendidikan para mahasiswa tersebut.

"Mohon itu juga dianggarkan supaya pendidikannya sampai selesai nanti dijagai oleh pemerintah, di-cover oleh pemerintah untuk mereka bisa menyelesaikan kuliahnya tanpa terkendala karena orangtuanya belum beraktivitas ekonomi kembali," imbuh Esti

Quote