Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Namun, menurutnya, pelaksanaan program ini masih menyisakan sejumlah pertanyaan, terutama terkait lokasi pelaksanaan dan keterlibatan pelaku usaha lokal di sekolah.
“Program MBG ini memang prioritas pemerintah dan bagian dari Asta Citanya Presiden Prabowo. Tapi kebanyakan dari kita tidak mengerti bagaimana cara mengecek di daerah kita, MBG itu sudah berjalan di mana saja. Kementerian Pendidikan tetap harus tahu, bulan ini lokasi di mana, targetnya seperti apa, dan mau ditambah lagi di mana,” tegas My Esti dalam Rapat Kerja bersama Menteri Pendidikan Dasar Menengah di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Lebih jauh, ia mengungkapkan adanya kekhawatiran bahwa program MBG justru berpotensi mematikan usaha kantin sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, My Esti mengusulkan agar produksi kebutuhan MBG dapat dikelola melalui kantin sekolah.
“Kementerian Pendidikan juga mengusulkan, mungkinkah MBG itu dibikin di kantin sekolah masing-masing, pegawainya yang mengontrol, kebersihannya seperti apa. Saya minta agar MBG ini melibatkan kantin sekolah karena dianggap bisa mematikan pelaku usaha di kantin-kantin sekolah,” jelasnya.
Dengan melibatkan kantin sekolah, lanjutnya, program MBG tidak hanya menjamin anak didik mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga menjaga keberlangsungan usaha kecil yang sudah lama menopang kebutuhan siswa di sekolah.
“Saya sarankan produksi kebutuhan MBG dibuat di kantin-kantin sekolah. Harapannya, para pelaku usaha kantin di sekolah tidak menjadi sepi dan tetap memiliki pemasukan meski ada program MBG,” pungkasnya.
Program MBG sendiri menjadi salah satu fokus pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran dalam memperbaiki kualitas gizi anak Indonesia, sekaligus menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.