Ikuti Kami

Nico Siahaan: Satuan Baru TNI Harus Diikuti Penguatan Kesiapan Operasional Prajurit

Penambahan struktur organisasi harus benar-benar menjawab kebutuhan operasi serta karakter ancaman yang dihadapi Indonesia.

Nico Siahaan: Satuan Baru TNI Harus Diikuti Penguatan Kesiapan Operasional Prajurit
Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan mendorong pembentukan satuan baru TNI diikuti penguatan kesiapan operasional prajurit dan kemampuan pertahanan yang terukur.

Menurutnya, penambahan struktur organisasi harus benar-benar menjawab kebutuhan operasi serta karakter ancaman yang dihadapi Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Junico bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 TNI pada Senin (5/10/2026), setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan baru TNI.

“Selamat HUT ke-81 untuk TNI. Pengabdian prajurit perlu ditopang keputusan pertahanan yang tepat,” kata Junico.

Junico mengatakan peringatan hari jadi TNI dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kesiapan operasional pertahanan secara menyeluruh.

"Untuk itu kami mendorong Kementerian Pertahanan dan TNI menyusun prioritas berdasarkan kesenjangan kemampuan yang paling mendesak, karakter ancaman, serta kebutuhan pengamanan wilayah Indonesia,” tuturnya.

Ia menilai pembangunan kekuatan TNI perlu dikaitkan dengan skenario penugasan yang nyata karena setiap wilayah memiliki karakter dan kebutuhan pengamanan berbeda.

"Penentuan dukungan perlu memperhitungkan kondisi geografis, waktu pengerahan, serta kemampuan satuan menjalankan tugas secara berkelanjutan,” sebut Junico.

Menurut Junico, evaluasi tersebut harus menghasilkan urutan pemenuhan kebutuhan yang jelas sehingga kemampuan yang paling menentukan keberhasilan operasi mendapat perhatian utama.

"Kemampuan yang paling menentukan keberhasilan operasi harus memperoleh prioritas, disertai tahapan pelaksanaan dan ukuran kesiapan yang dapat diperiksa melalui mekanisme pengawasan pertahanan,” paparnya.

Selain kesiapan satuan, Junico mendorong penguatan keterpaduan operasi antarmatra melalui sistem komunikasi, pertukaran informasi, dan pengambilan keputusan yang terintegrasi.

“Indonesia membutuhkan kemampuan untuk mengerahkan unsur pertahanan secara terpadu,” jelasnya.

Ia juga menilai latihan gabungan perlu dimanfaatkan untuk menguji koordinasi sekaligus memperkuat kemampuan menghadapi perkembangan ancaman, termasuk di ruang siber dan penggunaan sistem nirawak.

“Latihan gabungan perlu digunakan untuk menguji koordinasi dan menghasilkan perbaikan yang diterapkan dalam penugasan,” kata Junico.

Dalam HUT ke-81 TNI, Prabowo meresmikan 204 satuan baru yang mencakup enam Kodam, 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan, 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan, serta tiga Batalyon Bantuan Tempur.

"Pembentukan satuan baru TNI juga harus bisa meningkatkan kesiapan operasional prajurit sebagai dasar prioritas pertahanan Negara,” pesan Junico.

Komisi I DPR, lanjut Junico, akan mengawal pengembangan organisasi dan kemampuan TNI melalui pembahasan bersama Kementerian Pertahanan dan TNI sebagai mitra kerja.

“Pengawasan Komisi I DPR diarahkan untuk memastikan keputusan pertahanan menghasilkan kemampuan yang siap digunakan,” tegasnya.

Quote