Ikuti Kami

Nofi Eriyan Adesca Serap Keluhan Soal Menu dan Distribusi Program MBG di Seluma

Bagian gizi di SPPG perlu menyusun kembali menu makanan yang akan disalurkan agar benar-benar memenuhi unsur empat sehat lima sempurna

Nofi Eriyan Adesca Serap Keluhan Soal Menu dan Distribusi Program MBG di Seluma
Ketua Fraksi PDIP DPRD Seluma, Nofi Eriyan Adesca, S.Sos, Kamis (12/3/2026) siang, mengkritik menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sistem pendistribusian makanan yang dilakukan dengan cara droping - Foto: Tribunbengkulu.com/Yayan Hartono

Seluma, Gesuri.id - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Seluma, Nofi Eriyan Adesca, menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerahnya, khususnya terkait menu makanan dan sistem distribusi yang dinilai masih perlu diperbaiki.

“Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait menu makanan dalam program MBG. Ada yang menilai menu yang disalurkan belum memenuhi unsur gizi yang baik,” kata Nofi Eriyan Adesca, Kamis (12/3/2026).

Menurut Nofi, berdasarkan laporan yang diterima Fraksi PDIP DPRD Seluma, makanan yang disalurkan dalam program MBG dinilai belum sepenuhnya memenuhi unsur gizi seimbang. Padahal program tersebut bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi bagi anak-anak, khususnya para pelajar, agar pertumbuhan dan kesehatan mereka dapat terjaga dengan baik.

Ia menilai pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) perlu melakukan evaluasi terhadap menu makanan yang disiapkan agar benar-benar memenuhi standar gizi yang dianjurkan.

“Bagian gizi di SPPG perlu menyusun kembali menu makanan yang akan disalurkan agar benar-benar memenuhi unsur empat sehat lima sempurna,” ujar Nofi.

Selain persoalan menu, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Seluma juga menyoroti sistem pendistribusian makanan dalam program MBG yang saat ini dilakukan dengan sistem droping untuk beberapa hari sekaligus.

Menurut Nofi, sistem tersebut memunculkan keluhan dari masyarakat karena makanan yang dikirimkan untuk jatah beberapa hari berpotensi tidak lagi segar ketika dikonsumsi. Bahkan dalam beberapa kasus, makanan yang telah didistribusikan tidak dimanfaatkan karena kualitasnya sudah menurun.

Ia menilai evaluasi terhadap pola distribusi perlu segera dilakukan agar program MBG benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi para penerima, khususnya anak-anak yang menjadi sasaran utama program peningkatan gizi tersebut.

Quote