Ikuti Kami

Nyoman Parta Apresiasi Pelepasliaran Biawak dan Labi-Labi di Kawasan Hidden Canyon Beji Guwang

“Saya apresiasi kepada teman-teman komunitas reftil,” kata Parta.

Nyoman Parta Apresiasi Pelepasliaran Biawak dan Labi-Labi di Kawasan Hidden Canyon Beji Guwang
Anggota Komisi lll DPR RI asal Bali, I Nyoman Parta, mengapresiasi langkah Komunitas Reptil Bali yang melakukan pelepasliaran sejumlah biawak dan labi-labi di kawasan Hidden Canyon Beji Guwang, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Minggu (25/1/2026). 

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi lll DPR RI asal Bali, I Nyoman Parta, mengapresiasi langkah Komunitas Reptil Bali yang melakukan pelepasliaran sejumlah biawak dan labi-labi di kawasan Hidden Canyon Beji Guwang, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Minggu (25/1/2026). 

Kegiatan ini dinilai sebagai upaya konkret dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian satwa liar di Bali.

“Saya apresiasi kepada teman-teman komunitas reftil,” kata Parta.

Menurut Nyoman Parta, sinergi antara komunitas pegiat lingkungan, relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian satwa liar, khususnya reptil yang selama ini masih kerap disalahpahami. 

Ia menilai, kegiatan seperti ini sangat penting di tengah menurunnya populasi biawak serta meningkatnya konflik antara manusia dan satwa akibat rusaknya keseimbangan ekosistem.

Pelepasliaran reptil tersebut dilakukan oleh Komunitas Reptil Bali sebagai bagian dari peringatan 15 tahun HandMad. Kegiatan ini melibatkan pegiat reptil, relawan lingkungan, serta masyarakat setempat. Reptil yang dilepasliarkan merupakan hasil penangkaran dan penyelamatan, setelah sebelumnya dinyatakan layak untuk kembali ke habitat alaminya oleh tim terkait.

Perwakilan Yayasan Reptil Asih Tabanan, Putu Astrid, menjelaskan bahwa biawak dan labi-labi memiliki peran ekologis yang sangat penting, khususnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem sungai dan hutan. 

Kehadiran reptil tersebut membantu mengendalikan populasi organisme lain serta menjaga kualitas lingkungan alam.

Selain kegiatan pelepasliaran, panitia juga menggelar edukasi kepada masyarakat sekitar mengenai fungsi ekologis reptil dan pentingnya menjaga habitat alami dari kerusakan dan pencemaran. Masyarakat juga diimbau agar tidak memelihara satwa liar, terlebih yang dilindungi, secara sembarangan karena dapat mengganggu keseimbangan alam.

Nyoman Parta berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak pihak. Menurutnya, pelestarian satwa liar tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau komunitas tertentu, melainkan membutuhkan kesadaran kolektif seluruh lapisan masyarakat.

Dengan pelepasliaran ini, diharapkan keseimbangan ekosistem di kawasan Gianyar dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam melindungi keanekaragaman hayati Bali di tengah tekanan pembangunan dan perubahan lingkungan yang semakin kompleks.

Quote