Ikuti Kami

Tri Rismaharini: Ketabahan Warga Aceh Adalah Kekuatan yang Luar Biasa

Risma menuturkan bahwa banyak warga kehilangan segalanya akibat bencana tersebut, termasuk kehilangan anggota keluarga.

Tri Rismaharini: Ketabahan Warga Aceh Adalah Kekuatan yang Luar Biasa
Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan, Tri Rismaharini.

Jakarta, Gesuri.id - Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan, Tri Rismaharini, kembali meninjau langsung wilayah terdampak bencana di Aceh pada 19–23 Januari 2026.

Kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya Risma juga turun langsung pada awal Desember 2025 untuk membantu korban bencana banjir.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur 

Dalam wawancara bersama Nisaa Diniyaty dari Tim Komunikasi Politik PDI Perjuangan, Risma mengaku sangat sedih melihat kondisi Aceh saat ini. Ia menyebut, meskipun telah menyaksikan berbagai bencana besar di Indonesia, kondisi yang terjadi kali ini jauh lebih parah dan merata hampir di seluruh wilayah.

“Terus terang, saya sangat sedih. Saya pernah melihat tsunami dan beberapa daerah banjir, tapi yang terjadi sekarang ini tidak seperti biasanya. Ini merata hampir di seluruh wilayah Aceh,” ujar Risma.

Ia menuturkan bahwa banyak warga kehilangan segalanya akibat bencana tersebut, termasuk kehilangan anggota keluarga. Kondisi itu, menurutnya, menjadi beban duka yang sangat berat bagi masyarakat.

“Mereka kehilangan semuanya. Segalanya. Bahkan juga kehilangan keluarganya,” katanya.

Meski demikian, Risma mengaku justru menemukan ketabahan luar biasa dari masyarakat Aceh. Jika pada kunjungan pertama banyak warga masih mengalami syok dan trauma mendalam, pada kunjungan kedua ini ia melihat warga mulai lebih tenang dan tabah menghadapi kenyataan.

“Yang membuat saya luar biasa dan surprise, mereka masih bisa tersenyum. Padahal saya tahu trauma mereka belum sepenuhnya pulih,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Risma juga menegaskan bahwa dirinya sengaja mendatangi wilayah-wilayah yang tidak banyak tersorot media dan belum terjangkau bantuan secara maksimal. Ia menempuh jalur-jalur sulit demi menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Saya memang sengaja mencari yang tidak tertangani, yang tidak viral. Karena saya tahu, partai akan lebih senang kalau kami bisa membantu orang-orang yang benar-benar membutuhkan dan tidak ada pertolongan saat itu,” jelas Risma.

Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis yang Berani

Di akhir keterangannya, Risma menyampaikan harapan agar masyarakat Aceh dapat segera bangkit setelah kebutuhan dasar mulai terpenuhi. Ia mengajak warga untuk menata kembali kehidupan melalui kegiatan-kegiatan produktif demi keberlanjutan masa depan, terutama bagi anak-anak.

“Setelah cobaan ini, saya yakin kita akan lulus dan naik kelas. Memang tidak mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan, asal kita mau berusaha,” pungkasnya.

Quote