Ikuti Kami

Peduli Pensiunan, Sturman Dorong Penguatan Investasi ASABRI, Taspen, Bank Mandiri Taspen

Penguatan tersebut diperlukan agar pengelolaan dana pensiun dapat berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Peduli Pensiunan, Sturman Dorong Penguatan Investasi ASABRI, Taspen, Bank Mandiri Taspen
Anggota Komisi VI DPR RI Sturman Panjaitan.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Sturman Panjaitan mendorong penguatan kemampuan pendanaan dan investasi PT ASABRI (Persero), PT Taspen (Persero), serta PT Bank Mandiri Taspen guna menjaga keberlanjutan manfaat bagi para peserta dan penerima manfaat. 

Menurutnya, penguatan tersebut diperlukan agar pengelolaan dana pensiun dapat berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Kami mendapatkan informasi bahwa baik Taspen, ASABRI maupun Mandiri Taspen ini memang tiga perusahaan yang harus ditingkatkan kemampuannya, termasuk pendanaannya, bahkan investasinya,” ujar Sturman dikutip Senin (5/10/2026).

Legislator Fraksi PDI-Perjuangan tersebut menilai pengelolaan investasi menjadi aspek penting karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan manfaat yang diterima peserta. Ia menekankan agar dana yang dikelola dapat terus berkembang sehingga mampu menopang manfaat bagi peserta dalam jangka panjang.

Dalam paparannya, Bank Mandiri Taspen mencatat pertumbuhan basis penerima pensiun yang konsisten. Berdasarkan materi kunjungan kerja Komisi VI DPR RI, jumlah penerima pensiun yang dilayani Bank Mandiri Taspen mencapai sekitar 688 ribu orang per Agustus 2026.

Bank Mandiri Taspen juga mencatat market share sebesar 19,12 persen pada segmen Taspen dan 12,08 persen pada segmen ASABRI. Capaian tersebut menunjukkan posisi perusahaan dalam memberikan layanan keuangan kepada peserta dan penerima manfaat program pensiun.

Tidak hanya dari sisi layanan keuangan, Bank Mandiri Taspen juga mengembangkan ekosistem bagi pensiunan melalui berbagai program, mulai dari kesehatan, aktivitas sosial, hingga pemberdayaan ekonomi. Salah satunya melalui Ekosistem Kemitraan Wirausaha Mantap Sejahtera yang mencakup pelatihan, akses kemitraan usaha, pendampingan pengembangan usaha, hingga program peningkatan kelas usaha.

Sturman menambahkan, penguatan perusahaan juga perlu mempertimbangkan perubahan kebutuhan peserta dan perkembangan zaman. Dengan demikian, keberadaan perusahaan tidak sekadar menjalankan fungsi pembayaran manfaat pensiun, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi peserta sekaligus mendukung keberlanjutan program.

“Ke depan bagaimana agar pengelolaan itu bisa berkembang dengan baik. Kami juga mengharapkan manfaatnya untuk semua, bukan sekadar semuanya pensiun, tetapi juga bermanfaat bagi pemerintah,” tuturnya.

Menurut Sturman, penguatan pengelolaan perusahaan juga perlu ditindaklanjuti melalui kebijakan yang dapat memperkuat kemampuan pemerintah dan perusahaan dalam mengelola program pensiun. Hal tersebut menjadi bagian dari perhatian Komisi VI DPR RI setelah melakukan kunjungan kerja spesifik.

Terkait tindak lanjut, Sturman mengatakan hasil kunjungan kerja tersebut akan dibawa ke pembahasan di DPR. Komisi VI akan mendorong langkah yang diperlukan pemerintah dan perusahaan untuk memperkuat pengelolaan serta keberlanjutan program.

“Kita akan menunjukkan apa yang perlu dilakukan pemerintah, yang punya pegangan kepada ASABRI, kepada perusahaan. Yang kedua, kita coba mengulang lagi bagaimana ke depan agar pengelolaan itu bisa berkembang dengan baik,” pungkas Sturman.

Quote