Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Sturman Panjaitan, mendesak PT Asabri (Persero) mencari terobosan untuk meningkatkan kesejahteraan pensiunan TNI, Polri, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pertahanan. Desakan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama PT Asabri yang membahas pengelolaan asuransi sosial dan dana pensiun bagi para peserta.
“Saya pensiunan TNI hampir 35 tahun. Begitu pensiun saya menerima sekitar Rp4,77 juta, sekarang naik menjadi sekitar Rp5,2 juta,” kata Sturman, yang juga merupakan seorang purnawirawan TNI, dikutip Minggu (12/7/2026).
Menurut Sturman, manfaat pensiun yang saat ini berada di kisaran Rp5 juta hingga Rp5,4 juta per bulan belum mampu memenuhi kebutuhan hidup para pensiunan. Padahal, para prajurit telah mengabdikan diri kepada negara selama puluhan tahun sehingga layak memperoleh jaminan kesejahteraan yang lebih baik di masa pensiun.
“Bagaimana tujuan dana pensiun itu bisa tercapai kalau hanya mengandalkan uang pensiun?” imbuhnya.
Ia menjelaskan bahwa tujuan penyelenggaraan dana pensiun adalah menjaga keseimbangan penghasilan serta memberikan jaminan kesejahteraan bagi peserta saat memasuki usia pensiun. Karena itu, menurutnya, Asabri perlu menghadirkan skema maupun inovasi yang mampu meningkatkan manfaat yang diterima peserta.
Selain menyoroti besaran manfaat pensiun, Sturman juga mengkritik pelayanan Asabri terhadap peserta pensiun. Ia menilai perusahaan seharusnya memiliki mekanisme pemantauan aktif apabila terdapat peserta yang tidak mengambil hak pensiunnya dalam waktu yang lama.
“Jadi kalau tiba-tiba mati dan dana pensiunan hilang, apa tidak mengenaskan?” kata Struman.
Sturman juga meminta Asabri mengevaluasi sistem verifikasi identitas melalui aplikasi. Menurutnya, mekanisme tersebut kerap menyulitkan para peserta yang sebagian besar merupakan lanjut usia dan tidak semuanya terbiasa menggunakan teknologi digital.
Dalam pemaparannya, Asabri menyampaikan bahwa perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp283 miliar sepanjang 2024 atau turun sekitar 42 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun pada 2025, kinerja perseroan kembali membaik dengan laba bersih mencapai Rp713,72 miliar atau meningkat 159 persen secara tahunan.
Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan bertambahnya jumlah peserta Asabri yang naik 4,78 persen secara tahunan menjadi 1,55 juta peserta pada akhir 2025.

















































































