Ikuti Kami

Percepat Pembangunan Alun-Alun Kepanjen, Fraksi PDI Perjuangan Dorong Pinjaman Daerah ke Bank Jatim

Bank Jatim sebagai mitra pengelola APBD Kabupaten Malang senilai Rp5 triliun per tahun seharusnya menyambut baik rencana pinjaman daerah ter

Percepat Pembangunan Alun-Alun Kepanjen, Fraksi PDI Perjuangan Dorong Pinjaman Daerah ke Bank Jatim
Bupati Malang, HM Sanusi.

Kepanjen, Gesuri.id – Rencana pembangunan Alun-Alun Ibu Kota Kabupaten Malang di Kecamatan Kepanjen yang sempat tertunda selama 19 tahun kini mulai menemui titik terang. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tengah menjajaki skema pembiayaan di luar APBD guna merealisasikan ikon daerah tersebut tahun ini.

Langkah serius ini ditandai dengan studi banding Bupati Malang, HM Sanusi, bersama jajaran Forkopimda ke Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Kamis (9/4). 

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Budiar, Kepala Bappeda Tomie Herawanto, Ketua DPRD Darmadi, serta Ketua Fraksi PDI Perjuangan Abdul Qodir.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir, menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan proyek strategis ini. Pria yang akrab disapa Adeng tersebut menilai, Bank Jatim sebagai mitra pengelola APBD Kabupaten Malang senilai Rp5 triliun per tahun seharusnya menyambut baik rencana pinjaman daerah tersebut.

"Sebab, PAD (Pendapatan Asli Daerah) Banyuwangi itu sekitar Rp600 miliar, sedangkan Pemkab Malang jauh lebih besar, yakni sekitar Rp1,4 triliun," tegas Adeng yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang.

Adeng menekankan bahwa proyek ini memiliki skala yang berbeda dengan revitalisasi biasa. Menurutnya, Kabupaten Malang akan membangun alun-alun baru dari titik nol, sehingga membutuhkan dukungan finansial yang kuat.

"Ini bukan sekadar revitalisasi seperti di Kota Malang, melainkan pembangunan alun-alun baru dari awal. Berdasarkan diskusi tim bersama Pak Bupati, estimasi pinjaman minimal Rp500 miliar untuk membangun alun-alun baru tersebut," lanjutnya.

Rencana ini berkaca pada keberhasilan Pemkab Banyuwangi yang memanfaatkan pinjaman Bank Jatim sebesar Rp250 miliar, salah satunya untuk membangun Taman Blambangan yang kini menjadi pusat City Tour Heritage.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Bupati Malang, HM Sanusi, menargetkan proses awal dapat dimulai secepatnya melalui pengadaan lahan. 

"Kami upayakan tahun ini adalah pengadaan tanah dan pembebasannya. Lokasi pembangunan diproyeksikan di belakang Pendopo Pemkab Malang di Kepanjen atau di sisi utara Stadion Kanjuruhan," jelas Sanusi.

Senada dengan hal tersebut, Sekda Kabupaten Malang, Budiar, menjelaskan bahwa studi banding ke Banyuwangi merupakan bentuk prinsip kehati-hatian pemerintah dalam merencanakan pembiayaan di luar APBD. 

Alun-alun ini diharapkan tidak hanya menjadi warisan (legacy) kepemimpinan Bupati Sanusi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi dan keramaian di Ibu Kota Kepanjen.

Quote