Ikuti Kami

HJKS ke-733, Ketua DPRD Surabaya Puji Capaian Eri Cahyadi dan Ingatkan PR Infrastruktur Pinggiran

Transformasi pembangunan Kota Surabaya hingga memasuki usia ke-733 menunjukkan progres yang cukup signifikan. 

HJKS ke-733, Ketua DPRD Surabaya Puji Capaian Eri Cahyadi dan Ingatkan PR Infrastruktur Pinggiran
Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri.

​Surabaya, Gesuri.id – Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menilai transformasi pembangunan Kota Surabaya hingga memasuki usia ke-733 menunjukkan progres yang cukup signifikan. 

Kemajuan ini terlihat jelas, khususnya selama masa kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi.

​Menurut Syaifuddin, capaian tersebut tercermin dari lompatan kualitas pelayanan publik, masifnya pembangunan infrastruktur, hingga penguatan ekonomi masyarakat yang didorong melalui alokasi APBD yang tepat sasaran.

Baca: Ganjar Dukung KPK Perketat Syarat Pemimpin

​“Porsi belanja pembangunan terus diarahkan untuk kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, penanganan banjir, perbaikan jalan, serta penguatan UMKM,” ujar Syaifuddin di Surabaya, Kamis (28/5/2026).

​Ia mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang fokus pada digitalisasi pelayanan publik dan pembangunan berbasis kampung dalam beberapa tahun terakhir. Legislator ini menilai, arah pembangunan kota sudah berada di jalur yang benar karena menyeimbangkan antara pembangunan fisik dan kesejahteraan manusia.

​Apresiasi juga diberikan terhadap keberhasilan pemkot dalam menekan angka kemiskinan, pengangguran, hingga kasus tengkes (stunting). Efek positifnya kini mulai dirasakan langsung oleh warga melalui program intervensi seperti beasiswa, pelatihan kerja, padat karya, hingga posyandu.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​"Dari sisi pengangguran, pemerintah kota juga berhasil mendorong pelatihan tenaga kerja dan pembukaan peluang usaha berbasis ekonomi kerakyatan,” tambahnya.

​Meski melayangkan pujian, Syaifuddin mengingatkan bahwa tantangan masa depan Surabaya masih sangat besar. DPRD Kota Surabaya memberikan sejumlah catatan kritis terkait pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan, terutama mengenai pemerataan pembangunan antarwilayah.

​Menurut Syaifuddin, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berpusat di tengah kota, melainkan harus menyentuh kawasan padat penduduk dan wilayah pinggiran.

Quote