Jakarta, Gesuri.id – Komisi D DPRD DKI Jakarta mendesak Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta untuk mempercepat penanganan sampah di sektor hulu dan menengah secara menyeluruh.
Langkah ini dinilai krusial lantaran fasilitas pengelolaan sampah di sektor hilir masih membutuhkan waktu proses pembangunan yang cukup lama.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Hal itu ditegaskan oleh Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, usai menghadiri penyusunan Peta Jalan Pengelolaan Sampah yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup di Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Menurut Yuke, fokus pada sektor hulu (sumber sampah) dan menengah (fasilitas antara) tidak boleh kendor. Terlebih, proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sektor hilir ditargetkan memakan waktu hingga tiga tahun ke depan.
“Jadi harus lebih dalam lagi. Bagaimana kita membantu menyelesaikan dari hulu sama dari menengahnya nih,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.
Yuke memerinci, penanganan di sektor hulu dapat digenjot melalui masifnya sosialisasi kepada masyarakat, penyediaan sarana-prasarana pemilahan, hingga perluasan wilayah penerapan zonasi bebas sampah.
Sementara untuk sektor menengah, langkah yang harus diambil meliputi penguatan kelembagaan dan anggaran, reaktivasi serta optimalisasi fasilitas eksisting seperti Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS 3R), Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF), hingga instalasi biogas.
Baca: Ganjar Dukung KPK Perketat Syarat Pemimpin
Yuke pun mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang mulai menyusun peta jalan komprehensif ini. Menurutnya, masalah sampah Jakarta tidak bisa dilepaskan dari konteks nasional.
“Kegiatan ini sangat baik karena menjadi perhatian bersama. Walaupun ranahnya mungkin DKI Jakarta, tapi karena sampah ini isu nasional, tentu menjadi perhatian serius pemerintah pusat,” pungkas Yuke.

















































































