Ikuti Kami

Peringati Hari Kartini, Hilda Kusuma Dewi Ajak Perempuan Jakarta Perkuat Ketahanan Pangan lewat Urban Farming

Hilda menyampaikan bahwa perempuan harus memiliki naluri kesiapsiagaan yang tinggi terhadap kebutuhan dasar rumah tangga.

Peringati Hari Kartini, Hilda Kusuma Dewi Ajak Perempuan Jakarta Perkuat Ketahanan Pangan lewat Urban Farming
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Hilda Kusuma Dewi.

Jakarta, Gesuri.id – Momen peringatan Hari Kartini menjadi pemantik bagi kaum perempuan di Jakarta Barat untuk mengambil peran strategis dalam menjaga stabilitas domestik. 

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Hilda Kusuma Dewi, menggandeng Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk menggerakkan aksi nyata urban farming (pertanian perkotaan) sebagai solusi menghadapi potensi krisis pangan.

Dalam kegiatan yang digelar di RT 09, Jakarta Barat, Selasa (21/4/2026), Hilda menegaskan bahwa keterlibatan perempuan sangat krusial dalam menjaga ketersediaan pangan keluarga, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan ancaman musim kemarau panjang.

Baca: Masuk Parpol di Usia 24 Tahun, Ganjar: Saya Lahir dari Ideologi

Hilda menyampaikan bahwa perempuan harus memiliki naluri kesiapsiagaan yang tinggi terhadap kebutuhan dasar rumah tangga.

“Kita sebagai perempuan harus siap siaga. Dalam hal apa? Tentunya dalam menyikapi ketersediaan pangan. Ibu-ibu adalah garda terdepan yang paling merasakan dampak jika stok pangan terganggu,” tegas Hilda.

Sebagai langkah konkret, ia bersama warga setempat menanam berbagai komoditas pangan alternatif yang cocok dengan karakteristik lahan perkotaan. Jenis tanaman yang dipilih meliputi singkong, ubi, jagung, labu madu, hingga sayuran seperti kangkung dan caisim.

Baca:Terobosan dan Torehan Segudang Prestasi Ganjar Pranowo

Hilda menjelaskan pemilihan komoditas tersebut didasarkan pada efisiensi lahan dan waktu. Mengingat Jakarta memiliki keterbatasan lahan untuk menanam padi, komoditas palawija dan sayuran menjadi alternatif paling logis.

“Di Jakarta, tingkat kesuburan tanah untuk menanam padi cukup sulit. Maka, tanaman pengganti ini menjadi solusi karena mudah dibudidayakan dan masa panennya singkat, kurang dari tiga bulan sudah bisa kita nikmati hasilnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa urban farming bukan sekadar hobi, melainkan strategi ekonomi rumah tangga. Dengan memanen hasil tani sendiri, keluarga dapat menekan pengeluaran belanja dapur di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Quote