Ikuti Kami

Politik 'Ghosting' Ala Elite: Suara Gen Z Diambil, Aspirasi Ditinggal

Alvin menyoroti kekecewaan anak muda, khususnya di Jakarta Timur, terhadap janji-janji kampanye yang tidak terealisasi.

Politik 'Ghosting' Ala Elite: Suara Gen Z Diambil, Aspirasi Ditinggal
Kader Muda PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DPC Taruna Merah Putih (TMP) Jakarta Timur, Alvin Cahya Pratama Marsan. (istimewa)

Jakarta, Gesuri.id - Kader Muda PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DPC Taruna Merah Putih (TMP) Jakarta Timur, Alvin Cahya Pratama Marsan, menyuarakan keprihatinan mendalam atas lunturnya kepercayaan Generasi Z (Gen Z) terhadap dunia politik. Menurutnya, anak muda merasa hanya dimanfaatkan sebagai alat untuk mendulang suara saat pemilu, namun dilupakan setelah para kandidat terpilih.

Alvin menyampaikan hal ini dalam sebuah forum diskusi, dimana ia menyoroti kekecewaan anak muda, khususnya di Jakarta Timur, terhadap janji-janji kampanye yang tidak terealisasi. Ia menegaskan Gen Z sejatinya memiliki minat untuk belajar dan berpartisipasi dalam politik, namun apatisme muncul akibat praktik politik yang transaksional.

“Tingkat kepercayaan Gen Z terhadap partai politik itu rendah, dan ini bukan tanpa sebab. Biasanya, Gen Z hanya digunakan pada sistem pemilu saja. Setelah calonnya jadi, mereka dilupakan,” ujar Alvin.

Ia mencontohkan bagaimana janji-janji kampanye, seperti penciptaan lapangan kerja yang masif untuk anak muda oleh pasangan Prabowo-Gibran, justru berbanding terbalik dengan realita saat ini di mana banyak terjadi PHK massal dan nasib anak muda kurang diperhatikan. Pola ini, menurutnya, menciptakan pandangan sinis bahwa anak muda hanyalah objek politik.

“Sebenarnya banyak dari kami yang ingin belajar politik, banyak yang ingin masuk dan berkontribusi. Masalahnya, kami tidak tahu harus melalui wadah mana yang benar-benar peduli, bukan yang hanya memanfaatkan kami,” ungkapnya.

Melalui pernyataannya, Alvin berharap agar para elite politik dan partai politik dapat mengubah cara pandang mereka terhadap generasi muda. Ia mengajak semua pihak untuk berhenti menjadikan Gen Z sebagai objek politik dan mulai membuka ruang partisipasi yang substantif dan berkelanjutan.

"Kami bukan sekadar angka dalam survei atau target suara. Kami adalah masa depan bangsa yang siap berkontribusi. Berikan kami wadah yang tulus, dan jangan khianati kepercayaan kami dengan janji-janji kosong," tutupnya.

Quote