Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus meminta pemerintah menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir saat periode Lebaran.
Permintaan itu disampaikan menyusul prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kemungkinan terjadinya fenomena tersebut.
"Bencana tentu sulit diprediksi kepastian kapan di mana, namun titik-titik rawan yang sudah terbaca hendaknya pemerintah bisa mengambil langkah-langkah preventif," kata Lasarus, dikutip Minggu (15/3/2026).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengatakan langkah pencegahan yang dapat disiapkan meliputi kesiapan sarana dan prasarana, serta pengerahan personel di daerah rawan bencana.
"(Langkah preventif) Baik persiapan sarana prasarana maupun kesiapan personel manakala terjadi bencana di titik-titik rawan yang sudah terpetakan oleh pemerintah," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Teuku Faisal Fathani menyampaikan adanya potensi banjir rob yang terjadi saat periode Lebaran nanti. Banjir rob diakibatkan adanya bulan baru dan fenomena perigee.
"Ada potensi banjir rob akibat bulan baru pada 19 Maret serta fenomena perigee di mana jarak bulan terdekat dengan bumi tanggal 22 Maret," kata Teuku Faisal saat rapat membahas kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi mudik Lebaran 2026 bersama Komisi V DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (11/3).
Dia mengatakan banjir rob berpotensi terjadi di wilayah pesisir Indonesia. Akibat fenomena tersebut, diperkirakan air laut naik mengakibatkan banjir rob.
"Ini berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum sehingga ada potensi banjir rob di area pesisir di Indonesia," ujarnya.

















































































