Ikuti Kami

Puan Bahas Pemberdayaan Perempuan dalam Politik dengan Ketua Parlemen Azerbaijan

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama parlemen Indonesia dan Azerbaijan.

Puan Bahas Pemberdayaan Perempuan dalam Politik dengan Ketua Parlemen Azerbaijan
Ketua DPR RI Puan Maharani membahas pemberdayaan perempuan dalam politik saat bertemu dengan Ketua Parlemen Azerbaijan sekaligus kandidat Presiden ke-32 Inter-Parliamentary Union (IPU), Sahiba Gafarova, di sela-sela Sidang Umum IPU ke-153 di Arusha, Tanzania. 

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPR RI Puan Maharani membahas pemberdayaan perempuan dalam politik saat bertemu dengan Ketua Parlemen Azerbaijan sekaligus kandidat Presiden ke-32 Inter-Parliamentary Union (IPU), Sahiba Gafarova, di sela-sela Sidang Umum IPU ke-153 di Arusha, Tanzania. 

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama parlemen Indonesia dan Azerbaijan, khususnya dalam mendorong kepemimpinan serta partisipasi perempuan di berbagai sektor.

“Kita berdua adalah Ketua Parlemen perempuan sehingga merupakan tanggung jawab kita untuk membina kepimpinan politik perempuan dan partisipasi perempuan di semua sektor dan tingkatan,” ungkap Puan, dikutip Sabtu (10/10/2026).

Puan menilai, kerja sama parlemen kedua negara perlu terus ditingkatkan melalui berbagai program konkret. Salah satunya melalui pertukaran kapasitas legislator, terutama perempuan, serta riset bersama mengenai isu iklim dan energi.

“Energi inilah yang akan mempererat persahabatan kita yang dapat dilakukan dengan sejumlah program konkret seperti pertukaran kapasitas legislator (terutama perempuan), hingga riset bersama isu iklim/energi,” imbuh Puan.

Dalam pertemuan tersebut, Puan juga mendengarkan visi dan misi Sahiba Gafarova sebagai kandidat Presiden IPU periode 2026–2029. Selain membahas pemberdayaan perempuan, keduanya menyinggung perkembangan hubungan bilateral Indonesia dan Azerbaijan, termasuk kerja sama antarparlemen yang telah terjalin sejak 2012 melalui kelompok kerja sama parlemen.

Parlemen Indonesia dan Azerbaijan diketahui aktif bekerja sama dalam sejumlah forum internasional, di antaranya Inter-Parliamentary Union (IPU), Persatuan Parlemen Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (PUIC), parlemen Gerakan Non-Blok (GNB) atau Non-Aligned Movement (NAM), serta Majelis Parlemen Asia (APA).

Puan mengapresiasi dukungan Azerbaijan terhadap posisi Indonesia dalam berbagai forum internasional, termasuk terkait Gerakan Non-Blok dan isu Palestina.

“Saya mencatat dukungan aktif Azerbaijan terhadap posisi Indonesia di berbagai forum internasional, termasuk dalam konteks GNB dan isu Palestina,” tutur Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini.

Puan juga mengajak Indonesia dan Azerbaijan untuk terus saling mendukung dalam berbagai forum dunia, terutama dalam memperjuangkan isu Palestina, reformasi tata kelola global, serta penguatan kerja sama Selatan–Selatan (South to South).

“Termasuk mengenai isu Palestina, reformasi tata kelola global, dan kerja sama Selatan–Selatan (South to South),” ujar Puan.

Dalam hubungan bilateral, Puan berharap kedua pemerintah dapat mempercepat finalisasi dan implementasi nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sektoral yang telah dibahas, khususnya di bidang industri, kebudayaan, dan energi terbarukan.

“Mari kita terus memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Azerbaijan, bukan hanya untuk kepentingan kedua negara, tetapi juga untuk kontribusi yang lebih besar bagi perdamaian, demokrasi, dan pembangunan berkelanjutan di tingkat global,” papar Puan.

Pertemuan dengan Gafarova berlangsung menjelang pemilihan Presiden ke-32 IPU untuk masa jabatan 2026–2029 yang digelar dalam rangkaian Sidang Umum IPU ke-153 di Arusha, Tanzania, Jumat (9/10/2026). Selain Gafarova, terdapat dua kandidat lainnya, yakni Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Australia Milton Dick dan Senator Parlemen Cile Rojo Edwards Silva.

Puan menyatakan akan hadir langsung dalam proses pemilihan tersebut sebagai bentuk dukungan Indonesia terhadap forum parlemen dunia.

“Saya akan hadir langsung di hari pemilihan Presiden IPU periode 2026-2029. Kehadiran saya adalah bentuk dukungan pribadi dan lembaga parlemen Indonesia terhadap proses pemilihan Presiden IPU ini,” ungkap Puan dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Irine Yusiana Roba Putri menyebut kehadiran Puan dalam pemilihan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap proses demokrasi di lingkungan IPU.

“Selain menyaksikan dan turut dalam pemungutan suara, kehadiran Ketua DPR merupakan dukungan solidaritas kepada para calon Presiden dalam proses pemilihan Presiden IPU tersebut," terang Irine.

Dalam pemilihan tersebut, Milton Dick terpilih sebagai Presiden IPU periode 2026–2029. Ia memperoleh 182 suara atau sekitar 56 persen dari total suara. Sementara itu, Sahiba Gafarova memperoleh 124 suara atau 38 persen, sedangkan Rojo Edwards Silva meraih 21 suara atau 6 persen.

Selain bertemu dengan Gafarova, Puan juga menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Senat Thailand, Mongkol Surasajja, untuk membahas penguatan hubungan kerja sama antarparlemen kedua negara.

“Saya berharap kita dapat terus mendorong hubungan yang lebih erat antara DPR RI dan Majelis Nasional Thailand, termasuk melalui Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat Tailan,” kata Puan dalam pertemuan.

Puan mendorong peningkatan pertukaran antara kelompok persahabatan serta komisi-komisi parlemen yang memiliki kepentingan dan isu serupa. Ia juga menilai forum parlemen regional dan multilateral, seperti ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama dan pertukaran pengalaman Indonesia dan Thailand.

“Saya juga melihat pentingnya kita memanfaatkan forum-forum parlemen, baik regional maupun multilateral, seperti ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), untuk memperkuat kerja sama dan pertukaran pengalaman antara Indonesia dan Tailan,” urainya.

Menurut Puan, Indonesia dan Thailand memiliki tanggung jawab bersama untuk memperkuat sentralitas ASEAN, menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan, serta mendorong pembangunan yang inklusif. Sebagai negara pendiri ASEAN, kedua negara dinilai memiliki pengalaman yang dapat dibagikan untuk menghadapi berbagai tantangan di kawasan.

“Termasuk dalam memperkuat Sentralitas ASEAN, perdamaian dan stabilitas kawasan, serta pembangunan yang inklusif,” tambah cucu Bung Karno tersebut.

Puan menegaskan, kerja sama antarlembaga parlemen menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan ASEAN sekaligus memastikan organisasi kawasan tersebut tetap relevan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya percaya bahwa ASEAN yang kuat tidak hanya dibangun melalui kerja sama antarpemerintah, tetapi juga melalui keterlibatan aktif parlemen dan masyarakat,” ucapnya.

Di forum IPU, Puan berharap Indonesia dan Thailand terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi untuk memperkuat multilateralisme, perdamaian, pembangunan berkelanjutan, serta peran parlemen dalam menjawab tantangan global.

“Kita dapat saling bertukar pandangan mengenai berbagai agenda yang dibahas dan, apabila terdapat kepentingan bersama, saling mendukung dalam berbagai forum dan proses pengambilan keputusan di IPU,” tambah Puan.

Dalam menghadiri Sidang Umum IPU ke-153 dan rangkaian pertemuan terkait di Arusha, Puan didampingi Wakil Ketua BKSAP DPR RI Irine Yusiana Roba Putri, anggota Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia, serta Duta Besar RI untuk Tanzania Tri Yogo Jatmiko.

Quote