Ikuti Kami

Puan Harap Milton Dick Dorong Perdamaian dan Tatanan Global yang Lebih Adil

Selamat kepada Yang Terhormat, Ketua DPR Australia Milton Dicks yang terpilih sebagai Ketua IPU ke-32.

Puan Harap Milton Dick Dorong Perdamaian dan Tatanan Global yang Lebih Adil
Ketua DPR RI Puan Maharani mengucapkan selamat kepada Ketua DPR Australia Milton Dick yang terpilih sebagai Presiden ke-32 Inter-Parliamentary Union (IPU) periode 2026–2029.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPR RI Puan Maharani mengucapkan selamat kepada Ketua DPR Australia Milton Dick yang terpilih sebagai Presiden ke-32 Inter-Parliamentary Union (IPU) periode 2026–2029. Puan berharap kepemimpinan Milton Dick dapat memperkuat peran IPU dalam menghadapi tantangan geopolitik global sekaligus mendorong terciptanya perdamaian dan tatanan dunia yang lebih adil.

“Selamat kepada Yang Terhormat, Ketua DPR Australia Milton Dicks yang terpilih sebagai Ketua IPU ke-32. Kami menantikan gebrakan dan inovasi Mr Milton Dicks dalam memimpin IPU,” tutur Puan, dikutip Sabtu (10/10/2026).

Puan mengikuti langsung proses pemilihan Presiden ke-32 IPU dalam rangkaian Sidang Umum IPU ke-153 di Arusha International Conference Centre, Tanzania, Jumat (9/10/2026). Kehadirannya bersama delegasi DPR RI menjadi bentuk dukungan Indonesia terhadap proses pemilihan pemimpin forum parlemen dunia tersebut.

“Saya hadir langsung di hari pemilihan Presiden IPU periode 2026-2029. Kehadiran saya adalah bentuk dukungan pribadi dan lembaga parlemen Indonesia terhadap proses pemilihan Presiden IPU ini,” ungkap Puan.

Pemilihan Presiden IPU diikuti tiga kandidat, yakni Milton Dick selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Australia, Sahiba Gafarova selaku Ketua Parlemen Azerbaijan, dan Rojo Edwards Silva, senator Parlemen Cile.

Berdasarkan hasil pemungutan suara, Milton Dick memperoleh 182 suara atau sekitar 56 persen, sementara Sahiba Gafarova meraih 124 suara atau sekitar 38 persen, dan Rojo Edwards Silva memperoleh 21 suara atau sekitar 6 persen. Milton Dick terpilih menggantikan Tulia Ackson dari Tanzania untuk memimpin IPU selama tiga tahun ke depan.

Selain menyampaikan selamat kepada presiden terpilih, Puan juga memberikan apresiasi kepada Tulia Ackson atas kepemimpinannya selama periode sebelumnya.

“Dan tentunya Indonesia memberikan apresiasi untuk Madam Tulia Ackson yang selama 3 tahun telah memimpin IPU dengan baik,” lanjutnya.

Puan menilai, peran Presiden IPU semakin penting di tengah dinamika global yang diwarnai berbagai tantangan geopolitik. Menurutnya, forum parlemen dunia tersebut perlu memperkuat kontribusinya dalam mendorong dialog dan kerja sama internasional.

“Hal ini mengingat peran sentral IPU yang perlu semakin ditingkatkan dalam menangani isu-isu geopolitik yang semakin kompleks serta semakin besar,” ujar Puan.

“Termasuk juga dalam isu ekonomi dan sosial budaya yang memengaruhi masyarakat dunia,” sambung cucu Proklamator RI Bung Karno tersebut.

Sebelum mengikuti pemilihan Presiden IPU, Puan turut menghadiri rangkaian Sidang Umum IPU ke-153 dan menyampaikan pandangan dalam agenda *general debate* bersama pimpinan parlemen dari berbagai negara.

“Merupakan kehormatan bagi saya untuk bergabung dengan para anggota parlemen dari seluruh dunia dalam forum penting ini,” ungkap Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu.

Dalam forum tersebut, Puan menegaskan bahwa parlemen memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kedaulatan rakyat dan kekuasaan negara. Parlemen, menurutnya, bertanggung jawab memastikan aspirasi masyarakat diterjemahkan menjadi kebijakan yang nyata.

“Parlemen adalah institusi yang harus mengubah suara rakyat menjadi hukum, anggaran, pengawasan, dan kebijakan publik,” tambahnya.

Puan mengingatkan bahwa tanggung jawab parlemen tidak berhenti pada penyusunan kebijakan, tetapi juga mencakup upaya memastikan kebijakan tersebut memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.

“Oleh karena itu, IPU memberikan ruang bagi kita untuk menyuarakan kepentingan bersama, khususnya dalam memperkuat multilateralisme, perdamaian, pembangunan berkelanjutan, serta peran parlemen dalam menjawab berbagai tantangan global,” papar Puan.

Ketua Majelis Sidang Umum IPU ke-144 pada 2022 itu juga menekankan pentingnya tanggung jawab bersama parlemen dunia untuk memastikan perkembangan global berjalan seiring dengan prinsip demokrasi, etika, keadilan, dan akuntabilitas.

“Kita harus memastikan globalisasi tidak memisahkan ekonomi dari demokrasi, teknologi dari etika, pertumbuhan dari keadilan, serta kekuasaan dari akuntabilitas,” pesan Puan kepada seluruh anggota IPU.

“Melalui IPU, kita dapat memperkuat kerja sama antarparlemen untuk memastikan tatanan global bukan hanya lebih terhubung, tetapi juga lebih demokratis, lebih adil, dan lebih manusiawi,” tambah Puan.

Puan turut menyampaikan apresiasi kepada Parlemen Tanzania dan IPU atas penyelenggaraan Sidang Umum IPU ke-153 di Arusha, termasuk sambutan yang diberikan kepada seluruh delegasi.

“Termasuk atas sambutan hangat yang diberikan kepada kami semua di Arusha,” sebut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Dalam kunjungan tersebut, Puan didampingi Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Irine Yusiana Roba Putri, anggota Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia, serta Duta Besar RI untuk Tanzania Tri Yogo Jatmiko.

Irine menjelaskan, kehadiran Puan dalam Sidang Umum IPU ke-153 memiliki arti penting bagi diplomasi Indonesia, terlebih karena agenda tersebut mencakup pemilihan Presiden IPU untuk masa jabatan 2026–2029.

“Partisipasi Ketua DPR dalam Executive Committee IPU Assembly ke-153 didorong oleh peristiwa 3 tahun sekali pemilihan Presiden IPU untuk masa jabatan 2026-2029,” jelas Irine Yusiana Roba Putri.

“Selain menyaksikan dan turut dalam pemungutan suara, kehadiran Ketua DPR merupakan dukungan solidaritas kepada para calon Presiden dalam proses pemilihan Presiden IPU tersebut,” pungkasnya.

Quote