Ikuti Kami

Puan Minta Pemerintah Genjot Sosialisasi dan Edukasi Influenza A

Pemerintah perlu memberikan penjelasan komprehensif mengenai laporan peningkatan kasus Influenza A di Indonesia.

Puan Minta Pemerintah Genjot Sosialisasi dan Edukasi Influenza A
Ketua DPR RI Puan Maharani.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memperbanyak sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat menyusul peningkatan aktivitas Influenza A di Indonesia. Ia menilai masyarakat membutuhkan informasi yang jelas dan dapat dipercaya mengenai perkembangan kasus, terutama terkait kelompok yang rentan serta langkah yang perlu dilakukan ketika mengalami gejala.

“Pemerintah perlu memberikan penjelasan komprehensif mengenai laporan peningkatan kasus Influenza A di Indonesia. Apalagi dilaporkan terjadi kepadatan IGD rumah sakit di sejumlah daerah akibat peningkatan kasus Influenza A ini,” kata Puan, dikutip Sabtu (19/9/2026).

Puan juga mengimbau masyarakat untuk kembali menerapkan protokol kesehatan (prokes) guna mengurangi risiko penyebaran virus Influenza A. Imbauan tersebut disampaikan di tengah laporan peningkatan aktivitas influenza pada periode awal September 2026.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelumnya menyatakan aktivitas influenza secara nasional masih berada dalam kategori rendah dan terkendali. Namun, laporan surveilans terbaru untuk periode 5-12 September 2026 mencatat proporsi influenza meningkat menjadi 38 persen dari 22 persen pada minggu sebelumnya, dengan 33 persen kasus terdeteksi terjadi pada kelompok usia 0-4 tahun.

Terkait kondisi tersebut, Puan mendorong pemerintah meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebaran Influenza A untuk mencegah keresahan.

“Masyarakat membutuhkan informasi yang dapat dipercaya mengenai tingkat penyebaran, kelompok yang perlu mendapat perhatian, serta langkah yang harus dilakukan apabila anggota keluarga mengalami gejala,” tuturnya.

Lebih lanjut, Puan mendorong penguatan infrastruktur kesehatan, khususnya di wilayah yang terdeteksi mengalami penyebaran Influenza A cukup tinggi. Menurutnya, kesiapan fasilitas kesehatan penting untuk menghadapi kemungkinan peningkatan kebutuhan layanan masyarakat.

“Pemerintah harus hadir dengan informasi yang jelas, perlindungan yang mudah dijangkau, dan jaminan bahwa pertolongan tersedia ketika dibutuhkan. Termasuk ketersediaan layanan di IGD,” jelas Puan.

Puan juga menyoroti kelompok anak usia dini yang berdasarkan laporan Kemenkes menjadi salah satu kelompok yang banyak terdampak dalam peningkatan Influenza A. Karena itu, ia meminta layanan perawatan kesehatan anak di rumah sakit mendapat perhatian.

“Meskipun seperti yang disampaikan Kemenkes bahwa kenaikan kasus Influenza A merupakan hal wajar karena bersifat musiman, namun Pemerintah perlu memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi peningkatan kasus,” ungkapnya.

Puan lantas mendorong Kemenkes mengambil kepemimpinan dalam memastikan masyarakat menerima satu informasi resmi yang konsisten mengenai perkembangan Influenza A.

“Pemerintah pusat dan daerah perlu menyampaikan perkembangan keadaan secara terbuka agar keluarga tidak bergantung pada kabar yang belum terverifikasi atau mengambil tindakan pengobatan yang tidak tepat,” imbuh Puan.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan akses pemeriksaan dan perawatan bagi seluruh masyarakat, termasuk keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas.

“Perlindungan juga harus dapat dijangkau seluruh keluarga tanpa dibedakan oleh kemampuan ekonomi. Anak dari keluarga kurang mampu harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pemeriksaan dan perawatan,” sambungnya.

Puan juga meminta pemerintah menyiapkan obat serta kebutuhan kesehatan untuk menghadapi peningkatan kasus Influenza A. Menurutnya, kesiapan tersebut diperlukan agar peningkatan kasus tidak memberikan tekanan lebih besar terhadap masyarakat maupun fasilitas kesehatan.

“Pemerintah juga harus bisa memastikan peningkatan kasus dapat ditangani sebelum menimbulkan tekanan yang lebih besar terhadap masyarakat dan fasilitas kesehatan,” ujar Puan.

Ia menekankan agar respons pemerintah dalam menghadapi kenaikan kasus Influenza berorientasi pada keselamatan, ketenangan, dan kemudahan akses masyarakat.

“Penanganan harus membuat masyarakat mengetahui ke mana harus mencari pertolongan di saat-saat genting,” tambah mantan Menko PMK tersebut.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Puan mendorong masyarakat kembali disiplin menerapkan protokol kesehatan. Imbauan tersebut sejalan dengan anjuran Kemenkes yang mencakup perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga daya tahan tubuh, menggunakan masker saat mengalami gejala atau berada dalam kondisi tertentu, serta segera mengakses fasilitas kesehatan apabila gejala memburuk.

“Belajar dari pandemi Covid-19 lalu, penerapan prokes dapat membantu mengurangi penyebaran virus. Gunakan masker saat di luar rumah, rajin mencuci tangan, dan konsumsi makanan bergizi,” ujar Puan.

Bagi masyarakat yang sedang sakit, Puan mengimbau untuk mengurangi aktivitas dan segera memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila kondisi memburuk.

“Untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil agar menjaga daya tahan tubuh dan beristirahat cukup guna mencegah komplikasi,” pungkasnya.

Quote