Ikuti Kami

Raih Keanggotaan ASEAN Smart City, Wali Kota Semarang Targetkan Integrasi Total Layanan Publik

Transformasi digital dengan fokus utama menyederhanakan birokrasi dan meningkatkan kenyamanan warga.

Raih Keanggotaan ASEAN Smart City, Wali Kota Semarang Targetkan Integrasi Total Layanan Publik
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

Semarang, Gesuri.id – Pemerintah Kota Semarang resmi meraih keanggotaan dalam jaringan kota cerdas Asia Tenggara (ASEAN Smart City Network).

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa Pemkot Semarang akan terus memacu transformasi digital dengan fokus utama menyederhanakan birokrasi dan meningkatkan kenyamanan warga.

Hal tersebut disampaikan Agustina dalam acara Focus Group Discussion (FGD) II bersama Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Dalam forum itu, ia sengaja mengundang jajaran DP2K untuk memberikan masukan strategis terkait proses persiapan yang tengah berjalan.

Meski keanggotaan tingkat regional berhasil diraih, Agustina menekankan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir dari integrasi teknologi ini.

"Kami kan baru saja mendapatkan keanggotaan untuk menjadi ASEAN Smart City. Lalu kami mengundang DP2K untuk memberikan masukan terhadap proses persiapan yang sudah dilakukan teman-teman. Tapi itu tidak menjadi goal utama," ujar Agustina, Senin (22/6/2026).

Menurut Agustina, target utama dari transformasi ini adalah menyatukan seluruh layanan publik agar dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat dalam satu pintu. Salah satu langkah konkret yang sedang digarap adalah membenahi dan mengoptimalkan aplikasi terpadu "Semarang Dalam Genggaman Saya" (SDGs).

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

"Melalui aplikasi 'Semarang Dalam Genggaman Saya' (SDGs), kita satukan semua layanan agar lebih mudah diakses. Memang masih banyak kekurangan yang harus kita benahi bersama, tapi komitmen kami tetap sama: memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan panjenengan semua," kata Agustina menambahkan.

Ia menjabarkan bahwa esensi dari konsep smart city sejati bukanlah sekadar pamer kecanggihan teknologi atau meluncurkan platform digital yang rumit. Kota yang cerdas adalah kota yang mampu memangkas jalur birokrasi yang berbelit-belit menjadi sistem yang sederhana, solutif, serta mampu menghadirkan rasa aman bagi warganya.

"Bagi saya, Smart City itu bukan cuma soal kecanggihan teknologi atau aplikasi yang rumit. Kota yang cerdas adalah kota yang bisa menyederhanakan birokrasi, memperbaiki layanan publik, dan yang paling penting: membuat warga Semarang merasa nyaman dan aman," pungkasnya.

Quote