Yogyakarta, Gesuri.id — Komitmen menghadirkan tempat tinggal yang manusiawi terus diwujudkan Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro.
Anggota dewan dari Daerah Pemilihan 5 Umbulharjo dan Kotagede ini memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) berjalan tepat sasaran.
Menariknya, program bedah rumah kali ini murni terlaksana berkat kerja sama berbagai pihak tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Yogyakarta. Susanto menilai kerja pelayanan legislatif harus dirasakan manfaatnya secara konkret oleh warga, bukan sekadar menjadi wacana di meja rapat.
Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
"Pelayanan terbaik adalah hadir langsung di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh penerima," ujar Susanto saat berdialog dengan warga di lokasi peninjauan.
Bagi Susanto, tempat tinggal bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pemenuh kebutuhan dasar yang memengaruhi masa depan sebuah keluarga. Lingkungan yang sehat dan aman diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus memicu produktivitas warga.
"Rumah layak merupakan awal kehidupan yang lebih berkualitas. Ini adalah fondasi utama untuk menciptakan keluarga yang sehat dan memberikan rasa aman bagi tumbuh kembang generasi penerus," jelasnya.
Keberhasilan membedah rumah warga tanpa menyerap APBD menjadi bukti bahwa semangat kepedulian sosial di Yogyakarta masih sangat kuat.
Susanto pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat semangat gotong royong dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
Baca: Ini 3 Faktor yang Membuat Ganjar Pranowo Menjadi Capres Terkuat!
"Kolaborasi menjadi kekuatan utama menghadirkan perubahan nyata. Program ini membuktikan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui sinergi bersama, tanpa harus selalu bergantung pada pembiayaan pemerintah daerah," ungkapnya.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus berada di tengah masyarakat guna memperjuangkan kebutuhan-kebutuhan mendasar warga, khususnya akses terhadap tempat tinggal yang aman dan sehat.
"Kami ingin setiap keluarga memiliki kesempatan hidup yang lebih baik melalui hunian yang manusiawi," tegas Susanto.

















































































