Ikuti Kami

Rijanto Tekankan Peningkatan Tata Kelola PT BPR Penataran Kabupaten Blitar Perseroda

Saya sangat mengapresiasi dan terima kasih kepada jajaran PT BPR Penataran atas kinerja yang telah dilaksanakan"

Rijanto Tekankan Peningkatan Tata Kelola PT BPR Penataran Kabupaten Blitar Perseroda
Bupati Blitar yang juga politisi PDI Perjuangan Rijanto - Foto: SekilasMedia.com

Blitar, Gesuri.id - Bupati Blitar yang juga politisi PDI Perjuangan Rijanto menekankan pentingnya peningkatan tata kelola dan risiko manajemen PT BPR Penataran, khususnya dalam penyaluran kredit untuk meminimalkan potensi kendala di masa mendatang.

"Saya sangat mengapresiasi dan terima kasih kepada jajaran PT BPR Penataran atas kinerja yang telah dilaksanakan," ujarnya, Kamis (26/02), saat memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun 2026 PT BPR Penataran Kabupaten Blitar Perseroda yang digelar di Ruang Candi Simping Kantor Bupati Blitar. 

Kegiatan ini juga turut dihadiri Bupati Blitar H. Beky Herdihansah, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Staf Ahli Bupati, Wakil II Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bagian Perekonomian, Komisaris PT BPR Penataran, Direktur PT BPR Penataran, serta para pemegang saham.

Bupati berharap PT BPR Penataran dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi Pemerintah Kabupaten Blitar sekaligus berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta semakin sehat, tumbuh, dan terpercaya dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah Kabupaten Blitar.

Sementara itu, dalam paparannya, Direktur PT BPR Penataran Sahrial Amri, ST menyampaikan laporan keuangan dan rencana strategi tahun 2026, antara lain menyediakan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sesuai regulasi, pembukaan Kantor Kas Sutojayan dan Kesamben, pengembangan aplikasi digital PASku (QRIS dan Withdrawal), penguatan bisnis pada segmen UMKM, serta likuiditas.

Wakil Bupati Blitar H. Beky Herdihansah menyampaikan pengelolaan PT BPR Penataran dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan kinerja. Meski demikian, masih terdapat beberapa masalah kredit yang berdampak pada permodalan sehingga pengembangan belum dapat berjalan maksimal.

Quote