Kotim, Gesuri.id - Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dari Fraksi PDI Perjuangan Rimbun mengingatkan, pentingnya langkah antisipatif pemerintah daerah agar situasi sosial dan ekonomi tetap terkendali.
Ia menilai momentum Ramadan rawan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok serta gangguan ketertiban jika tidak diantisipasi sejak dini.
Rimbun menekankan pengawasan distribusi bahan pangan harus diperketat, terutama komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, dan daging.
"Pemerintah daerah harus aktif memastikan pasokan aman dan harga tetap wajar. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi Ramadan untuk kepentingan pribadi," ujarnya, dikutip Kamis (19/2/2026).
Selain pengendalian harga, DPRD juga menilai perlu adanya langkah konkret seperti operasi pasar dan program pasar murah yang menjangkau seluruh kecamatan, termasuk daerah pinggiran.
"Upaya tersebut efektif untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi inflasi musiman yang kerap muncul setiap tahun, tegasnya.
Di sisi lain, DPRD turut menyoroti aspek keamanan selama Ramadhan. Aktivitas ibadah malam hingga dini hari memerlukan dukungan pengamanan yang konsisten agar masyarakat merasa aman dan nyaman.
"Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci terciptanya suasana Ramadhan yang tertib dan penuh ketenangan," tandasnya.

















































































