Jakarta, Gesuri.id - Bupati Minahasa Robby Dondokambey menegaskan terpilih sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Hal itu disampaikannya saat memimpin Upacara Tantingan Calon Paskibraka Kabupaten Minahasa Tahun 2026 di Lapangan Dr. Sam Ratulangi, Taman God Bless Minahasa, sebagai tanda dimulainya pemusatan pendidikan dan pelatihan bagi para peserta.
"Mulai hari ini kalian memasuki proses yang akan menempa fisik, mental, dan karakter. Jadilah generasi muda yang memiliki semangat nasionalisme, disiplin, serta rasa tanggung jawab yang tinggi," ujar Bupati Robby Dondokambey dikutip Selasa (4/8/2026).
Upacara Tantingan menjadi tahapan awal bagi para calon Paskibraka yang akan bertugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, Sekretaris Daerah Lynda D. Watania, Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Ny. Martina W. Dondokambey-Lengkong, Kapolres Minahasa, Dandim 1302/Minahasa, para asisten, kepala perangkat daerah, serta camat se-Kabupaten Minahasa.
Dalam arahannya, Bupati Robby menekankan masa pendidikan dan pelatihan harus dimanfaatkan sebagai proses pembentukan karakter, kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, serta semangat kebangsaan. Menurutnya, menjadi anggota Paskibraka bukan hanya soal kemampuan baris-berbaris, tetapi juga kesiapan menjadi teladan bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Ia juga mengingatkan waktu menuju pelaksanaan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia semakin dekat. Karena itu, seluruh calon Paskibraka diminta mengikuti setiap tahapan latihan dengan sungguh-sungguh agar mampu menjalankan tugas sebagai pengibar bendera secara profesional dan penuh tanggung jawab.
Menjelang dimulainya pemusatan pendidikan dan pelatihan di "Desa Bahagia", Bupati Robby memberikan tantangan moral kepada seluruh peserta. Ia mempersilakan siapa pun yang merasa belum siap untuk mengundurkan diri secara sukarela. Namun, tidak satu pun calon Paskibraka meninggalkan barisan, yang menunjukkan komitmen dan tekad kuat untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pembinaan hingga hari pelaksanaan upacara kemerdekaan.
Bupati menilai sikap tersebut menjadi cerminan semangat pengabdian dan tanggung jawab yang harus dimiliki setiap anggota Paskibraka. Menurutnya, pendidikan Paskibraka bertujuan membentuk generasi muda yang disiplin, berintegritas, mampu bekerja sama, serta memiliki kecintaan yang tinggi terhadap bangsa dan negara.
Pada kesempatan itu, Bupati Robby juga menyampaikan apresiasi kepada para pembina, pelatih, panitia, dan orang tua yang terus memberikan dukungan kepada para peserta selama proses seleksi hingga memasuki masa pemusatan pendidikan dan pelatihan. Ia berharap sinergi tersebut dapat melahirkan generasi muda Minahasa yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat sebagai calon pemimpin masa depan.

















































































