Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., menegaskan rumah layak huni merupakan fondasi penting untuk membangun keluarga yang sehat, produktif, dan sejahtera. Hal itu disampaikannya menyusul terealisasinya Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bagi warga Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.
“Rumah yang sehat dengan sirkulasi udara yang baik, pencahayaan yang cukup, dan sanitasi yang layak akan menentukan kesehatan penghuninya. Dari keluarga yang sehat akan lahir anak-anak yang cerdas dan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Dari rumah yang aman dan nyaman akan tumbuh produktivitas dan harapan untuk maju,” jelas Prof. Rokhmin Dahuri, Jumat (31/7/2026).
Realisasi program BSPS tersebut disambut antusias oleh masyarakat Kelurahan Pegambiran yang selama ini tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Warga mengaku bersyukur karena bantuan yang dinantikan akhirnya dapat dirasakan secara langsung.
Keberhasilan pelaksanaan program ini tidak lepas dari perjuangan Rokhmin Dahuri dalam mengawal aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. Warga juga menyampaikan apresiasi kepada Ibu Sumarni yang turut mendampingi, mengawal, dan memastikan seluruh proses pelaksanaan program berjalan lancar, transparan, serta tepat sasaran.
Menurut Rokhmin, perjuangan menghadirkan program pembangunan hingga tingkat kelurahan dan desa merupakan bagian dari upaya memastikan keadilan pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat.
“Berbagai aspirasi dan kebutuhan masyarakat akan terus kami perjuangkan. Kita ingin memastikan program pembangunan benar-benar hadir dan memberikan manfaat nyata, bukan hanya di atas kertas, tapi sampai ke gang-gang sempit di kelurahan seperti Pegambiran ini. Ini adalah wujud politik yang membumi dan berpihak pada rakyat,” tegas Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 itu.
Bagi warga penerima manfaat, bantuan BSPS menjadi jawaban atas penantian panjang untuk memiliki rumah yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi keluarga.
“Rasanya seperti mimpi. Bertahun-tahun kami tinggal di rumah yang kalau hujan air masuk dari mana-mana, kalau panas sangat gerah. Anak-anak sering sakit. Alhamdulillah, berkat bantuan BSPS dari Prof. Rokhmin Dahuri dan pendampingan Ibu Sumarni, sekarang rumah kami sudah layak, sehat, dan nyaman. Kami sangat-sangat berterima kasih,” ungkap Siti, salah seorang warga penerima manfaat di RW 04 Kelurahan Pegambiran, dengan nada haru.
Senada dengan itu, Ketua RT setempat berharap program serupa dapat terus dilanjutkan karena masih banyak warga yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah.
“Kami mewakili warga mengucapkan terima kasih kepada Prof. Rokhmin. Beliau tidak hanya datang saat kampanye, tapi benar-benar memperjuangkan kebutuhan kami. Semoga program seperti ini terus berlanjut dan lebih banyak lagi warga Cirebon yang terbantu,” ujarnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Rokhmin Dahuri menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan berbagai program pro-rakyat. Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University itu menilai persoalan perumahan merupakan isu mendasar yang berkaitan erat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan terealisasinya BSPS di Kelurahan Pegambiran, para penerima manfaat diharapkan dapat merawat rumah yang telah diperbaiki sehingga menjadi awal bagi peningkatan kualitas hidup, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah rumah penerima BSPS yang sebelumnya berdinding papan lapuk, berlantai tanah, dan beratap bocor kini telah berubah menjadi hunian yang lebih layak. Dinding rumah telah diplester dan dicat, lantai dipasang keramik, serta atap diganti dengan konstruksi yang lebih aman. Perubahan tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas fisik rumah, tetapi juga memberikan semangat dan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat.
Program BSPS sendiri merupakan bantuan stimulan yang mendorong masyarakat memperbaiki rumah secara swadaya. Pemerintah memberikan bantuan untuk material bangunan dan upah tukang, sementara warga bergotong royong dalam proses pembangunan. Skema tersebut dinilai mampu menumbuhkan rasa memiliki sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

















































































