Kota Pekalongan, Gesuri.id - Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menyambut baik sosialisasi literasi keuangan yang dilakukan oleh BI dan OJK.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami penggunaan QRIS dan waspada terhadap ancaman pinjol ilegal dan scam.
“Literasi keuangan digital penting untuk terus diperkuat agar pelaku UMKM di Kota Pekalongan semakin memahami pemanfaatan teknologi pembayaran secara aman, tepat, dan bertanggung jawab,”kata Wali Kota Aaf, sapaan akrabnya, Rabu (23/9/2026).
Pelaku UMKM di Kota Pekalongan diingatkan rutin memeriksa kode QRIS yang digunakan untuk menerima pembayaran. Langkah ini penting untuk memastikan kode QRIS tetap milik usaha dan tidak diganti dengan kode lain.
Hal itu disampaikan Kepala KPw Bank Indonesia (BI) Tegal, Bimala, pada acara sosialisasi literasi keuangan di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, baru-baru ini.
Ditambahkan, masyarakat dapat menyampaikan pengaduan terkait aktivitas keuangan ilegal, melalui berbagai kanal resmi OJK, termasuk APPK, Konsumen 157, dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC).
Oleh karena itu, dengan pemahaman yang bagus, transaksi bisa berlangsung dengan aman dan memberikan manfaat bagi perkembangan usaha.

















































































