Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Rokhmin Dahuri, menegaskan pentingnya akhlak mulia dalam kepemimpinan agar Indonesia bisa keluar dari jerat kemiskinan dan ketimpangan sosial.
“Saya teringat hadits Nabi, bahwa orang-orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling banyak manfaatnya,” kata Rokhmin, seraya mengutip pula surat Al-Hujurat ayat 13 bahwa kemuliaan manusia di sisi Allah ditentukan oleh iman dan takwa, pada Sabtu (30/8/2025).
Menurutnya, Indonesia sebenarnya memiliki segalanya: kekayaan alam melimpah, laut yang kaya raya, bahkan bahan penting teknologi semikonduktor tersedia.
Namun, kemiskinan masih masif karena mayoritas pemimpin tidak amanah dan justru mengutamakan kepentingan pribadi serta keluarga.
Ia menyebut, data Oxfam 2023 menunjukkan kesenjangan ekonomi di Indonesia termasuk yang terburuk di dunia.
Sementara literasi masyarakat juga rendah, menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara.
“Literasi kita pun terburuk kedua di dunia, hanya menang dari Botswana. Ini paradoks, padahal ayat pertama Alquran mengajarkan iqra (membaca),” ungkapnya.
Rokhmin berharap agar DPR periode 2024–2029 berisi orang-orang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia sehingga dapat mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai negeri baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur.