Ikuti Kami

Sadarestuwati Ingatkan Pemerintah: Jangan Terlena Cadangan Beras, Waspadai 'Godzilla' El Nino

Ia menekankan pentingnya transparansi data riil untuk menghadapi ancaman fenomena iklim ekstrem El Nino yang diprediksi oleh BRIN dan BMKG.

Sadarestuwati Ingatkan Pemerintah: Jangan Terlena Cadangan Beras, Waspadai 'Godzilla' El Nino
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sadarestuwati.

Jakarta, Gesuri.id– Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sadarestuwati, meminta pemerintah tidak cepat berpuas diri dengan laporan cadangan beras yang dinyatakan aman hingga November mendatang. 

Ia menekankan pentingnya transparansi data riil untuk menghadapi ancaman fenomena iklim ekstrem El Nino yang diprediksi oleh BRIN dan BMKG.

"Kami mengapresiasi penyampaian Menteri Pertanian bahwa cadangan beras aman. Namun, ini harus menjadi peringatan (warning) serius. Jika El Nino berlangsung berkepanjangan, ini bisa menjadi bencana besar bagi produktivitas pangan kita," ujar Sadarestuwati.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Politisi yang akrab disapa Estu ini menyoroti tren penurunan produksi yang mulai terlihat sejak Februari. Menurutnya, meskipun puncak produksi terjadi pada Januari, pemerintah harus tetap waspada karena ancaman El Nino belum sepenuhnya melanda.

Ia mendorong pemerintah untuk memberikan dukungan anggaran yang kuat kepada Bulog. Hal ini krusial agar Bulog dapat melakukan pengadaan secara maksimal sebagai stok penyangga (buffer stock) nasional.

"Pemerintah harus terus memacu (push) dukungan anggaran untuk Bulog. Kita butuh persiapan matang untuk menghadapi 'Godzilla' El Nino ini, jangan sampai kita hanya senang sesaat," tegasnya.

Selain beras, Sadarestuwati juga mengkritisi klaim swasembada pangan nasional yang dianggapnya masih menyisakan tanda tanya besar. Meski produksi gabah kering sawah diprediksi mencapai 70 juta ton pada periode 2025-2026, ketergantungan pada komoditas lain masih sangat tinggi.

"Kita mungkin swasembada beras, tapi bagaimana dengan pangan lainnya? Gandum kita masih 100 persen impor, dan kedelai 70 persen impor," ungkapnya.

Ia menyayangkan ketidakmampuan petani lokal bersaing dengan harga kedelai impor yang lebih murah. Ia mendesak pemerintah untuk lebih memprioritaskan kesejahteraan petani dalam negeri melalui intervensi kebijakan yang nyata.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

Menyikapi potensi krisis pangan, Sadarestuwati menyatakan bahwa PDI Perjuangan telah menginstruksikan seluruh kadernya, baik di eksekutif maupun legislatif, untuk turun langsung mendampingi masyarakat.
Di Jawa Timur, pihaknya gencar mengadakan pelatihan pemanfaatan lahan terbatas bagi ibu-ibu rumah tangga. 

Program ini meliputi:

1. Pertanian Perkotaan: Budidaya tanaman dengan metode hidroponik dan penggunaan media botol bekas.

2. Peternakan Mandiri: Pelatihan beternak unggas skala rumahan untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga secara mandiri.

"Kami ingin masyarakat siap. Dengan memanfaatkan lahan di lingkungan rumah sendiri, setidaknya kebutuhan pangan harian keluarga bisa terpenuhi meski di tengah ancaman krisis," pungkasnya.

Quote