Ikuti Kami

Safaruddin: Sosialisasi Empat Pilar, Pondasi Utama Persatuan di Tengah Gempuran Teknologi

Safaruddin: Sosialisasi empat pilar kebangsaan ini penting buat kita semua.

Safaruddin: Sosialisasi Empat Pilar, Pondasi Utama Persatuan di Tengah Gempuran Teknologi
Anggota Komisi III DPR RI, Irjen Pol (Purn) Drs H Safaruddin MIKom konsisten menjalankan tugasnya menyosialisasikan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. kepada masyarakat. Kali ini sasaranya warga Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI, Irjen Pol (Purn) Drs H Safaruddin MIKom konsisten menjalankan tugasnya menyosialisasikan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. kepada masyarakat.

Kali ini sasaranya warga Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur.

Lanjut Safaruddin, kegiatan tersebut sebagai bentuk menjalankan amanah konstitusional yang memang diharuskan menyosialisasikan dan menanamkan nilai-nilai empat pilar kebangsaan kepada masyarakat. 

"Memang harus sering sosialisasi, gak boleh bosan. Karena sosialisasi empat pilar kebangsaan ini penting buat kita semua," ujar Safaruddin, dikutip Rabu (11/2).

Anggota Komisi III DPR RI iTU menyebut, empat pilar kebangsaan adalah pondasi utama untuk menjaga persatuan kesatuan ditengah keberagaman suku, agama dan budaya. Apalagi di tengah gempuran teknologi yang jika disalahkangunakan justru dapat merusak persatuan.

"Empat pilar bukan hanya konsep, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kebersamaan kita hari ini adalah bukti nyata dari semangat kebhinekaan," ucapnya. 

Usai menjelaskan detai empat pilar kebangsaan, Safaruddin mengajak warga Manggar untuk berdiskusi. Mereka pun sangat antusias dalam mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman nyata di lapangan terkait dengan implementasi nilai-nilai empat pilar kebangsaan.

"Misalnya kerja bakti, kadang ada saja warga yang gak mau alasan ini dan itu. Kita mau marah nanti diangap salah, kita diamkan gak enak dengan warga yangn rajin kerja bakti. Padahal ini untuk kebaikan kita bersama," ungkap salah seorang warga. 

Safaruddin pun menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan sangat baik dan memberikan contoh-contoh konkrit tentang bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Memang tidak mudah memberikan pemahaman, biasanya kalau sudah ada kejadian sesuatu baru menimpa dirinya baru sadar dan menyesal. Tapi sebaiknya, para ketua RT dan warga yang ditokohkan bisa persuasif memberikan pemahaman kepada warga yang susah diajak gotong royong. Kalau perlu ajak Bhabinkamtibas dan Babinsa ke situ menjelaskan," kata mantan Kapolda Kaltim itu.

Sosialisasi bersifat interaktif ini diharapkan masyarakat dapat memahami materi yang disampaikan dengan lebih baik. Kesadaran dan komitmen dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia di tengah lingkungan masyarakat lapisan bawah juga semakin kuat.

Quote