Jakarta, Gesuri.id — Penumpukan sampah di sejumlah wilayah Jakarta menyita perhatian Komisi D DPRD DKI Jakarta. Kondisi ini terjadi menyusul berkurangnya ritase pengiriman sampah dari ibu kota ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, meminta Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta bergerak cepat dan tidak lagi hanya mengandalkan pola penanganan konvensional.
Baca: Kisah Keluarga Ganjar Pranowo Jadi Inspiratif Banyak Pihak
Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, Dinas LH perlu menyiapkan strategi penanganan alternatif untuk mengolah sampah yang saat ini tertahan di permukiman agar tidak semakin menggunung.
"Pasti ada penumpukan-penumpukan sampah," ujar Yuke di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (14/9/2026).
Yuke menilai, penurunan ritase armada truk ke Bantargebang terjadi cukup drastis, sementara Gerakan Pilah Sampah di tingkat masyarakat belum berdampak signifikan terhadap pengurangan volume sampah harian.
Kondisi ini, tegasnya, membutuhkan penanganan darurat. Pasalnya, tumpukan sampah yang dibiarkan terlalu lama berpotensi mencemari lingkungan, menimbulkan bau tak sedap, hingga memicu keresahan warga.
Baca: Ini 3 Faktor yang Membuat Ganjar Pranowo Menjadi Capres Terkuat!
Sebagai langkah konkret, Yuke mendorong optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), bank sampah, serta fasilitas pengolahan lokal lainnya. Ia menegaskan bahwa penanganan jangka pendek harus berjalan beriringan dengan edukasi berkelanjutan agar masyarakat terbiasa memilah sampah dari rumah.
"Jangan sampai masyarakat menjadi kendor dan menimbulkan demotivasi," tegas Yuke.

















































































