Jeddah, Gesuri.id – Dinamika politik tanah air terus memantik perhatian, bahkan dari pengurus partai di luar negeri.
Salah satu pengurus akar rumput PDI Perjuangan di Arab Saudi, Sharief Rahmat, melontarkan kritik pedas terhadap pola komunikasi politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia menilai, gaya komunikasi PSI belakangan ini menyerupai konsep "GPS", yaitu singkatan dari Gaslighting, Play Victim, dan Standar Ganda.
Menurut Sharief, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) PDI Perjuangan Arab Saudi, ketiga pola tersebut sangat terlihat dalam berbagai respons politik yang berkembang akhir-akhir ini.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Sharief membeberkan lebih lanjut mengenai istilah "GPS" yang ia sematkan kepada PSI:
- Gaslighting: Narasi yang dibangun kerap memutarbalikkan fakta, sehingga pihak yang menjadi sasaran kritik justru diposisikan sebagai pihak yang bersalah.
- Play Victim: Pola di mana pihak yang memulai polemik justru menampilkan diri sebagai korban (korban kezaliman) saat mendapat kritik atau respons balik dari pihak lain.
- Standar Ganda: Adanya perbedaan sikap yang mencolok dalam menerima kritik. Mereka dinilai resistan saat dikritik, namun sangat agresif saat mengkritik pihak lain.
Sebagai aktivis Pekerja Migran Indonesia (PMI), Sharief menduga bahwa PSI sengaja menjadikan PDI Perjuangan sebagai sasaran tembak demi menarik perhatian publik.
"PSI kerap menjadikan PDI Perjuangan sebagai sasaran kritik hanya untuk mendongkrak eksposur politik mereka," ujarnya.
Kendati mendapat serangan opini, Sharief menegaskan bahwa akar rumput PDI Perjuangan memilih untuk tidak terjebak dalam kegaduhan politik yang dinilainya minim substansi. Energi kader dan akar rumput partai berlambang banteng tersebut akan tetap difokuskan pada upaya memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
PDI Perjuangan, lanjut Sharief, akan terus berpegang teguh pada ideologi, rekam jejak, dan kemaslahatan rakyat, serta tetap menghormati perbedaan pandangan sebagai bagian dari kedewasaan berdemokrasi.
"Kritik kami jawab dengan kerja, fitnah kami lawan dengan fakta, dan provokasi kami hadapi dengan kedewasaan politik," tegas Ketua DPLN PDI Perjuangan Arab Saudi tersebut.
Melalui konsistensi dan disiplin organisasi, Sharief memastikan marwah politik partai akan tetap dijaga demi keberpihakan yang nyata kepada rakyat, bukan sekadar memicu polemik yang tidak memberikan manfaat bagi publik.

















































































