Majalengka, Gesuri.id – Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, mendorong pemerintah untuk segera menerapkan layanan Makkah Route (Fast Track) di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.
Langkah ini dinilai krusial guna meningkatkan kenyamanan dan kelancaran proses keberangkatan jemaah calon haji asal Jawa Barat.
"Sampai detik ini semua berjalan dengan baik, tetapi catatan kami untuk ke depan, Bandara Embarkasi Kertajati ini harus memiliki pelayanan Makkah Route," ujar Selly saat meninjau operasional di BIJB Kertajati, Rabu (22/4).
Baca: Terobosan dan Torehan Segudang Prestasi Ganjar Pranowo
Selly menjelaskan bahwa layanan Makkah Route sangat penting untuk memangkas proses birokrasi keimigrasian. Dengan fasilitas ini, pemeriksaan dokumen dilakukan sepenuhnya di bandara asal (Indonesia).
Dampaknya, saat tiba di Bandara Madinah atau Jeddah, jemaah tidak perlu lagi mengantre lama di loket imigrasi Arab Saudi.
- Efisiensi Waktu: Jemaah bisa langsung menuju bus dan hotel.
- Kenyamanan: Mengurangi kelelahan fisik jemaah setelah penerbangan panjang.
- Kondisi Saat Ini: Jemaah dari Embarkasi Kertajati masih harus menjalani pemeriksaan manual setibanya di Tanah Suci.
Saat ini, layanan Makkah Route baru tersedia di empat embarkasi, yakni Soekarno-Hatta (Tangerang), Solo, Makassar, dan Surabaya. Selly menegaskan agar pola ini segera diperluas ke embarkasi lain, termasuk Kertajati.
Pemberangkatan kloter pertama dari Kertajati tahun ini dilaporkan berjalan lancar. Sebanyak 445 jemaah diberangkatkan dalam seremoni yang turut dihadiri oleh Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi.
Baca: Ganjar Membuktikan Dirinya Sebagai Sosok Yang Inklusif
Executive General Manager BIJB Kertajati, Nuril Huda, mengungkapkan bahwa operasional haji tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan:
1. Jumlah Kloter: Meningkat menjadi 40 kloter (naik dari 28 kloter pada 2025).
2. Cakupan Wilayah: Kini melayani jemaah dari 19 kabupaten/kota di Jawa Barat, bertambah dari sebelumnya yang hanya 10 daerah.
"Potensi penambahan wilayah masih terbuka lebar, apalagi pembangunan Asrama Haji Indramayu hampir rampung dan kapasitas bandara kami mampu melayani hingga 18 pergerakan pesawat per jam," pungkas Nuril.

















































































