Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda, mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk merumuskan kalkulasi yang presisi dan empiris terkait eskalasi kebutuhan energi di seluruh penjuru negeri.
Menegaskan urgensi dari mitigasi risiko yang komprehensif demi menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat, Shanty Alda mengartikulasikan sikap pengawasan dewan secara lugas.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
"Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan proyeksi kebutuhan BBM, LPG, dan listrik selama Ramadan dan Idul Fitri dihitung secara akurat. Kami tidak ingin ada kekurangan pasokan akibat salah perencanaan. Seluruh stakeholder bidang energi harus menyampaikan laporan stok dan kesiapan distribusi secara berkala," ujar Shanty Alda dalam keterangannya, Senin (23/2).
Sebagai tindak lanjut dari arahan tersebut, legislator ini menyoroti urgensi sinergi dan transparansi berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan di sektor energi.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Baginya, pemantauan ketat melalui pelaporan berkala merupakan sebuah keharusan prosedural untuk menganulir potensi defisit akibat miskalkulasi (planning fallacy).
Hal ini secara fundamental bertujuan untuk memastikan bahwa instrumen negara memiliki kesiapan operasional yang optimal dalam memfasilitasi kelancaran dan kenyamanan warga negara selama periode krusial tersebut.

















































































