Brebes, Gesuri.id - Komitmen nyata dalam mengawal penanganan kemiskinan di Kabupaten Brebes terus ditunjukkan oleh Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Komisi II, Hj. Shintya Sandra Kusuma, S.Hub.Int., M.A.B.
Bekerja sama dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Kabupaten Brebes, rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat bertajuk "Tata Kelola Pemerintahan Kolaboratif: Strategi Penguatan Akuntabilitas Publik dalam Pengentasan Kemiskinan" sukses diselenggarakan di Gedung Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Kabupaten Brebes.
Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Brebes Ibu Hj. Paramitha Widya Kusuma , SE., MM, Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) IPDN Dr. Ir. Ihwan Sudrajat, MM, para Kepala Pusat, Kasubag, jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemda Brebes, serta tokoh masyarakat setempat, pada Rabu (29/7/2026).

Dalam pemaparannya di KPT Brebes, Shintya Sandra Kusuma menyoroti tren positif penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Brebes berdasarkan data BPS yang berhasil ditekan dari 15,60% (283,28 ribu jiwa) menjadi 14,15% (257,29 ribu jiwa).
Menurutnya, capaian ini merupakan bukti awal efektivitas kerja sama seluruh pihak, namun momentum ini harus terus diakselerasi melalui skema kolaborasi Pentahelix yang solid.
"Menuntaskan kemiskinan bukan sekadar memberi bantuan hari ini, tetapi membuka pintu harapan dan memberi jalan agar warga mampu berdiri tegak selamanya. Bantuan sosial adalah jembatan sementara, namun kemandirian ekonomi, pendidikan, dan pelatihan vokasi adalah kunci utamanya," tegas Shintya di hadapan jajaran Pemda Brebes dan civitas akademika IPDN.
Sebagai legislator Komisi II DPR RI yang bermitra langsung dengan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah, Shintya menekankan pentingnya penguatan akuntabilitas publik dan integrasi data terpadu (Data Beres).
Pengabdian masyarakat ini juga mendorong implementasi visi "BREBES BERES" (Berkeadaban, Ekonomi Tangguh, Responsif, Edukatif, Sehat dan Sejahtera) melalui keterlibatan lima pilar utama: Pemerintah Daerah, Akademisi (IPDN), Dunia Usaha, Komunitas Masyarakat, dan Media.

Tujuan utama mendorong pengintegrasian program penanggulangan kemiskinan berbasis data terpadu (Data Beres) agar intervensi anggaran APBD maupun APBN tepat sasaran dan bebas dari overlapping. Maka dari itu Shintya Berkomitmen penuh mengawal pengalokasian anggaran, fungsi pengawasan, serta regulasi legislatif yang mendukung pencapaian visi Brebes yang mandiri dan sejahtera.
Bupati Brebes beserta jajaran Pemda menyambut hangat sinergi dan perhatian besar yang diberikan oleh Shintya Sandra Kusuma bersama IPDN.
Kehadiran Anggota DPR RI Komisi II dan tim akademisi di KPT Brebes dinilai menjadi dorongan energi baru bagi birokrasi daerah untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Rangkaian kegiatan di KPT Brebes ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan rekomendasi tata kelola dari pengabdian masyarakat IPDN sebagai rujukan teknis dalam penajaman program pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Brebes.

















































































