Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi III DPRD Banggai Suprapto menyoroti kondisi infrastruktur di Kecamatan Batui Selatan, khususnya persoalan siswa yang harus menyeberangi Sungai Masungkang di Desa Masungkang akibat belum tersedianya jembatan.
"Wajib hukumnya untuk dibangun," ucap Suprapto.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Banggai itu mengatakan, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid bersedia menangani persoalan tersebut menggunakan dana pribadi. Namun, menurutnya, Dinas PUPR Banggai tetap harus mengalokasikan anggaran pembangunan Jembatan Masungkang dalam APBD 2027.
Hal tersebut disampaikan Suprapto saat pembahasan rancangan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2027 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Banggai, Jalan KH Samanhudi, Kelurahan Luwuk, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (13/8/2026).
Suprapto menilai persoalan Jembatan Masungkang telah menjadi perhatian luas setelah kondisi siswa yang harus menyeberangi sungai ramai dibahas di media sosial.
"Atas nama Komisi IIII dan Badan Anggaran kiranya untuk pembangunan jembatan Masungkang sudah bisa diidentifikasi di KUA PPAS 2027," tuturnya.
Menurut Suprapto, pembangunan jembatan tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah karena menyangkut akses dan keselamatan masyarakat, khususnya para siswa yang setiap hari harus melintasi Sungai Masungkang.
Selain Jembatan Masungkang, legislator PDI Perjuangan tersebut juga meminta pemerintah daerah memperhatikan kondisi jalan dari Desa Ombolu menuju Maleo Jaya.
"Ini juga sangat parah," kata Anggota DPRD Banggai dari Dapil IV tersebut.
Ia mengatakan, kondisi ruas jalan tersebut cukup membahayakan karena terdapat jurang yang dalam. Karena itu, perbaikan dinilai perlu dilakukan segera untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
"Sebelum viral di media sosial kami minta diperbaiki," pungkas Suprapto.

















































































