Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi XII DPR RI, Sigit Karyawan Yunianto, menyatakan keprihatinannya atas masih adanya sebagian masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) yang belum menikmati aliran listrik secara memadai hingga saat ini.
"Saya merasa sedih, masih ada masyarakat Kalteng yang belum menikmati listrik. Ini menjadi perhatian saya untuk terus mendorong percepatan infrastruktur ketenagalistrikan, agar manfaat sumber daya alam daerah benar-benar dirasakan langsung oleh rakyat," kata Sigit saat Reses Masa Persidangan III tahun 2025-2026 di Kantor Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng
Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis
Menurut legislator dari Fraksi PDI Perjuangan dapil Kalteng itu, meskipun provinsi ini merupakan salah satu penghasil batu bara utama di Indonesia, pemerataan akses listrik masih menjadi tantangan serius, terutama di wilayah pedalaman dan desa-desa terpencil.
Ia menekankan perlunya sinergi antara pemerintah pusat, PT PLN (Persero), pemerintah daerah, serta pihak swasta pengelola pembangkit listrik untuk mencapai target 100 persen desa berlistrik di Kalteng.
Sigit yang akarab di sapa SKY itu, juga kerap melakukan sidak ke sejumah PLTU Kalteng dan mendukung program swasembada energi nasional, agar pasokan listrik lebih andal dan merata.
Sebelumnya, berbagai aspirasi masyarakat terkait kelistrikan sering muncul dalam reses perorangan yang dilaksanakan SKY, termasuk di wilayah Kotawaringin Timur dan kabupaten lainnya, di mana ketimpangan akses energi menjadi salah satu sorotan utama
Mantan Ketua DPRD Kota Palangka Raya periode 2009-2014, 2014-2019 dan 2019-2024 itu itu juga mengajak semua pihak termasuk pemerintah daerah dan PLN, untuk bersinergi mewujudkan target 100 persen desa berlistrik, sejalan dengan visi swasembada energi nasional.
Langkah ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan daerah, di mana Sigit berjanji memberikan support penuh agar Kalteng tak lagi tertinggal.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Dia berharap PLN berusaha untuk terus berupaya mempercepat elektrifikasi, meski kendala geografis dan infrastruktur jalan menjadi faktor utama penghambat di daerah terpencil.
Selain itu, Sigit juga meminta baik pihak Kecamatan Baamang maupun sejumlah lurah-lurah yang ada di daerah itu, untuk bisa segera mendata masyarakat yang mana saja wilayahnya belum teraliri listrik.
Sebab, ia akan memanfaatkan program aspirasinya untuk pemasangan listrik 900 watt secara gratis.

















































































