Ikuti Kami

Soal Pesepeda di Aceh, Kanti: Hukum Misoginis!

Para pesepeda itu kemudian diamankan di Kantor Satpol PP-Wilayatul Hisbah (WH/Polisi Syariah) Banda Aceh.

Soal Pesepeda di Aceh, Kanti: Hukum Misoginis!
Anggota Balitbang PDI Perjuangan Kanti W Janis. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Balitbang PDI Perjuangan Kanti W Janis mengkritik perlakuan terhadap sekelompok pesepeda wanita di Aceh yang mengenakan pakaian memperlihatkan bentuk tubuh dan sebagian tidak mengenakan jilbab.

Baca: Evaluasi Menteri Yang Lamban & Miskin Inovasi!

Para pesepeda itu kemudian diamankan di Kantor Satpol PP-Wilayatul Hisbah (WH/Polisi Syariah) Banda Aceh. Sembilan perempuan dan satu pria tersebut kemudian diminta membuat surat pernyataan menyesal sudah mengenakan pakaian tidak sesuai syariat Islam.

Kanti secara tegas menyatakan hukum yang digunakan untuk menindak para pesepeda itu, adalah hukum terbelakang.

"Saya juga pernah ke negara Arab, tak ada hukum terbelakang kayak gini," ujar Kanti. 

Putri tokoh yang pernah menjadi Politikus senior PDI Perjuangan, Roy Janis ini melanjutkan, sejatinya hukum yang berlaku dalam kasus pesepeda tersebut adalah hukum misoginis, yang berkedok agama. 

Misogini sendiri adalah kebencian atau ketidaksukaan terhadap wanita atau perempuan. Misogini bisa berupa diskriminasi sosial, diskriminasi hukum, kekerasan terhadap perempuan, dan objektifikasi seksual perempuan.

Baca: Kemarahan Presiden Jokowi, Kemarahan Demi & Untuk Rakyat

"Hukum misoginis nggak usah mengatasnamakan agama!" tegas Kanti.

Seperti diketahui, foto para pesepeda wanita tersebut  viral karena dinilai melanggar syariat Islam tentang aturan berbusana di Aceh.

Pasca foto tersebut viral, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman meminta Satpol PP-WH mencari mereka untuk dibina.

Quote