Semarang, Gesuri.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, memberikan catatan kritis terkait target ambisius Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang ingin mengembangkan 1.000 desa wisata pada tahun 2027.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada pemanfaatan kearifan lokal (local wisdom).
"Yang paling penting dalam merencanakan 1.000 desa wisata adalah melihat seperti apa kearifan lokal kita," ujar Samuel di sela dialog "Perempuan dan Masa Depan Indonesia" di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Kamis.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Sebagai anggota dewan yang membidangi pariwisata dan ekonomi kreatif, Samuel gencar menyuarakan pentingnya kesadaran akan kapasitas diri sebelum mengeksekusi rencana besar.
Menurut legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jateng I tersebut, pengembangan desa wisata tidak boleh hanya sekadar mengejar angka tanpa memahami potensi riil di lapangan.
"Jangan sampai kita punya rencana besar, tapi sebetulnya tidak tahu kapasitas kita apa. Kemampuan yang dimaksud bukan hanya soal finansial, melainkan kemampuan memahami dan mengelola apa yang kita miliki," tegasnya.
Ia optimistis target tersebut bisa terealisasi jika masyarakat desa tidak terjebak pada ambisi yang tidak realistis. Samuel menyarankan agar desa wisata fokus pada langkah-langkah kecil namun solid dan dapat dieksekusi dengan baik.
Sebelumnya, Pemprov Jateng telah menetapkan sektor pariwisata berbasis desa dan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak utama pembangunan daerah. Untuk mencapai target 1.000 desa wisata, pemerintah juga telah menyiapkan infrastruktur pendukung di bidang digital.
Langkah strategis Pemprov Jateng meliputi:
- Integrasi Wilayah: Pembentukan desa wisata yang terintegrasi antarwilayah.
- Digitalisasi Promosi: Menyiapkan 1.000 konten kreator untuk memperkuat publikasi destinasi.
- Konsep Inklusif: Mengusung pariwisata yang ramah muslim dan berkelanjutan.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, sebelumnya menjelaskan bahwa target ini selaras dengan tema pembangunan 2027, yakni menjadikan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi.
Dengan penguatan konektivitas dan promosi digital yang masif, diharapkan desa-desa di Jawa Tengah mampu bertransformasi menjadi destinasi unggulan yang mandiri secara ekonomi.

















































































