Ikuti Kami

Totok Hedi Santosa: Bak Orkestra, Bangsa Ini Butuh Kepemimpinan yang Menyatukan, Bukan Memecah

Orkestra yang digelar dalam rangka HUT PDI Perjuangan ke-53 tersebut, bukan sekadar pertunjukan musik.

Totok Hedi Santosa: Bak Orkestra, Bangsa Ini Butuh Kepemimpinan yang Menyatukan, Bukan Memecah
Totok Hedi Santosa (paling kanan) menyaksikan orkestra dan proses latihan tari untuk menyambut HUT ke-53 PDI Perjuangan. 

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Totok Hedi Santosa, mengatakan biola, cello, kontra bass, dan ritme perkusi berpadu seperti rakyat yang datang dari latar belakang berbeda.

"Namun disatukan oleh satu cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan berkepribadian dalam kebudayaan," ujarnya, Senin (5/1).

Menurutnya, orkestra yang digelar dalam rangka HUT PDI Perjuangan ke-53 tersebut, bukan sekadar pertunjukan musik.

Namun, lanjutnya, adalah pernyataan sikap bahwa perjuangan tidak selalu bersuara lantang di jalanan.

Tetapi juga, hidup dalam disiplin latihan, kerja kolektif, dan kesetiaan pada nilai-nilai nasionalisme, gotong royong, serta keberpihakan pada rakyat kecil.

Ia mencontohkan konduktor yang memimpin harmoni, bangsa ini pun membutuhkan kepemimpinan yang menyatukan, bukan memecah.

"Dari ruang ini, kami mengirim pesan Indonesia akan tetap berdiri tegak selama ideologi Pancasila dijaga, kebudayaan dirawat, dan perjuangan tidak pernah berhenti.

"Hidup adalah orkestra. Dan Indonesia adalah simfoni yang harus terus kita perjuangkan bersama," pungkasnya.

Sebelumnya, Totok Hedi Santosa juga menyaksikan proses latihan tari untuk menyambut HUT ke-53 PDI Perjuangan. 

"Tarian ini mengisahkan realitas kehidupan masyarakat," ujarnya, Minggu (4/1).

Menurutnya, di ruang latihan ini tari tidak sekadar dirangkai untuk pertunjukan.

Namun, lanjutnya, menjadi cermin atas kondisi masyarakat dan alam.

"Serta berbagai peristiwa yang menimpa Indonesia belakangan ini," ungkapnya.

Quote