Surabaya, Gesuri.id – Tragedi tewasnya seorang pengendara akibat terperosok ke dalam lubang proyek saluran air di kawasan Margorejo Indah (depan Plaza Marina) memantik reaksi keras dari parlemen.
Komisi C DPRD Kota Surabaya menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan seluruh proyek infrastruktur yang tengah berjalan.
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menegaskan bahwa aspek keselamatan konstruksi tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurutnya, proteksi keselamatan wajib diberikan secara menyeluruh, bukan hanya untuk para pekerja, melainkan juga bagi masyarakat luas yang terdampak langsung oleh aktivitas pembangunan.
Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
“Keselamatan konstruksi harus ditekankan bukan hanya untuk melindungi pekerja proyek, tetapi juga masyarakat yang terdampak pekerjaan,” ujar Eri dengan nada tegas, Minggu (14/6/2026).
Eri menjabarkan bahwa setiap proyek yang memakan badan jalan wajib menerapkan standar keselamatan publik secara ketat tanpa kompromi. Kontraktor bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus memastikan seluruh instrumen keselamatan terpasang dengan sempurna di lapangan.
Beberapa poin krusial yang wajib dipenuhi antara lain:
- Pagar pengaman yang kokoh.
- Lampu peringatan (rotary lamp) yang menyala terang pada malam hari.
- Rambu-rambu dan marka jalan sementara.
- Barrier atau pembatas jalan yang jelas.
- Petugas pengatur lalu lintas (flagman) di titik-titik rawan.
Lebih lanjut, Eri mengingatkan agar OPD terkait tidak melempar tanggung jawab sepenuhnya kepada pihak kontraktor atau pihak ketiga. OPD selaku pemilik proyek memegang tanggung jawab moral dan hukum tertinggi dalam mengawasi jalannya prosedur keselamatan di lapangan.
“OPD bukan sekadar pemberi pekerjaan. OPD memiliki kewajiban memastikan proyek berjalan sebaik mungkin, termasuk memastikan keselamatan publik. Proyek infrastruktur pasti memiliki dampak yang harus dimitigasi agar tidak membahayakan masyarakat,” kata Eri menambahkan.
Baca: Ini Resep Ganjar Pranowo Yang Selalu Fit dan Bugar
Menurut politisi tersebut, andai saja fungsi monitoring dan pengawasan dari OPD berjalan efektif, insiden maut ini seharusnya bisa dicegah. Masalah klasik seperti minimnya rambu peringatan atau kurangnya penerangan di lokasi proyek bisa dideteksi dini dan diperbaiki sebelum memakan korban jiwa.
Sebagai langkah konkret, Komisi C DPRD Surabaya mendesak OPD terkait untuk segera turun ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pengecekan total ke seluruh proyek yang sedang maupun akan dikerjakan.
Eri meminta jaminan bahwa standar keamanan publik benar-benar diterapkan tanpa ada toleransi lagi.

















































































