Ikuti Kami

Uji Coba Biodekomposer di Waduk Ria Rio, Bau Hilang dalam 15 Menit

Penyemprotan dilakukan menggunakan dua unit drone yang menyebar 600 liter biodekomposer di atas permukaan waduk seluas enam hektare.

Uji Coba Biodekomposer di Waduk Ria Rio, Bau Hilang dalam 15 Menit
Wakil Gubernur DKI Jakarta H. Rano Karno bersama jajaran di Waduk Ria Rio, Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2026). Wagub Rano menyaksikan Aplikasi Teknologi biodekomposer dalam mengurai sumber bau di badan air - Foto: Ralian

Jakarta, Gesuri.id — Aplikasi teknologi biodekomposer terbukti efektif dan cepat dalam menguraikan sumber bau di badan air. Hal tersebut terbukti saat penyemprotan biodekomposer di Waduk Ria Rio, Pulomas, Jakarta Timur, yang ditinjau langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta H. Rano Karno, Jumat (31/7/2026).

Penyemprotan dilakukan menggunakan dua unit drone yang menyebar 600 liter biodekomposer di atas permukaan waduk seluas enam hektare. Menariknya, bau menyengat yang awalnya mengganggu para peserta kawasan waduk berkurang secara signifikan hanya dalam waktu 15 menit setelah aplikasi.

"Secara umum, proses penghilangan bau efektif dalam waktu sekitar satu jam. Namun, pada demonstrasi di Waduk Ria Rio ini, sekitar 15 menit penyemprotan selesai, bau sudah relatif tidak tercium lagi," ujar Kepala Divisi Lingkungan Hidup dan Pertanian Yayasan Mega Gotong Royong (YMGR), Edward Tanari.

Edward menjelaskan, biodekomposer bekerja secara biologis dengan menguraikan bahan organik yang menjadi sumber bau, bukan sekadar menutupi aroma tidak sedap dengan wewangian. Efek ini akan terus bertahan selama tidak ada penambahan material organik baru. Selain itu, dari sisi produksi, biodekomposer tergolong efisien, murah, dan dapat diproduksi secara massal hanya dalam kurun satu minggu.

Melihat hasil uji coba tersebut, Wagub DKI Jakarta H. Rano Karno merekomendasikan agar teknologi biodekomposer dapat dipertimbangkan dalam percepatan penanganan masalah bau perkotaan, khususnya yang bersumber dari sampah organik dan cairan lindi (leachate).

Tak hanya untuk badan air, Edward menambahkan bahwa teknologi ini juga sangat potensial dimanfaatkan untuk mempercepat pembuatan kompos di lubang biopori hingga mendorong efisiensi produksi biogas.

Kegiatan kolaborasi antara PT Pulo Mas Jaya dan YMGR ini turut dihadiri jajaran Pemprov DKI Jakarta, di antaranya Kepala Dinas Sumber Daya Air, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Quote