Ikuti Kami

Utut Adianto: Pengiriman Pasukan Indonesia ke Gaza Tidak Perlu Sampai 20 Ribu Orang

Utut: Intinya, hemat saya tidak perlu terlalu besar seperti yang 20 ribu itu. Teman-teman di Kementerian Pertahanan sudah punya ukuran.

Utut Adianto: Pengiriman Pasukan Indonesia ke Gaza Tidak Perlu Sampai 20 Ribu Orang
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menegaskan rencana pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza merupakan bagian dari misi penjaga perdamaian (peacekeeping forces) untuk mempercepat pemulihan wilayah tersebut.

Ia menyebut, langkah itu selaras dengan komitmen Indonesia dalam menjaga ketertiban dan perdamaian dunia.

“Intinya, hemat saya tidak perlu terlalu besar seperti yang 20 ribu itu. Teman-teman di Kementerian Pertahanan sudah punya ukuran,” kata Utut, dikutip Kamis (12/2).

Utut menjelaskan, rencana tersebut telah melalui sejumlah pembahasan, termasuk pertemuan Presiden RI dengan para mantan menteri luar negeri, tokoh, dan ilmuwan di Istana Negara pada 4 Februari lalu. 

Dalam pertemuan itu, Presiden memberikan penjelasan komprehensif mulai dari konsep filosofis hingga dinamika geopolitik terkini terkait konflik Gaza.

Menurutnya, pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya dalam peran aktif Indonesia menjaga ketertiban dunia. Ia juga menegaskan sikap politik Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

“Hampir semua partai, termasuk partai kami, menyetujui bahwa kemerdekaan Palestina adalah hak mereka,” ujarnya.

Namun demikian, Utut menekankan bahwa presiden juga menyampaikan pandangan penting terkait penyelesaian konflik Palestina-Israel secara menyeluruh.

“Bukan sekadar kemerdekaan Palestina, tetapi juga pengakuan dan hidup damai berdampingan, two state solution,” ungkap Utut.

Ia menilai, upaya tersebut membutuhkan kepemimpinan global dan kompromi politik yang realistis agar dapat diwujudkan.

“Ini adalah titik kompromi yang paling memungkinkan. Tidak bisa sebebas dan semau yang kita inginkan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyatakan bahwa TNI telah menyiapkan prajurit untuk sewaktu-waktu diberangkatkan ke Gaza.

“Mabes TNI dan Panglima TNI sudah menyiapkan prajurit kita. Intinya kita sudah siap, tinggal menunggu perintah dan koordinasi kapan diberangkatkan,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Wakil Panglima TNI Angkatan Darat, Tandyo Budi Revita. Ia menegaskan kesiapan TNI untuk berkontribusi dalam misi perdamaian, dengan jumlah pasukan yang akan disesuaikan dengan hasil perundingan internasional.

“Pada prinsipnya TNI siap, berapapun yang dibutuhkan. Saat ini masih dalam proses perundingan. Jumlah pasukan secara pasti menunggu keputusan akhir bulan ini,” imbuh Tandyo.

Terkait kesiapan teknis, ia menjelaskan bahwa TNI akan merekrut prajurit yang memiliki pengalaman penugasan misi perdamaian di kawasan konflik, khususnya mereka yang pernah tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).

“Kita sudah mengirimkan pasukan sejak 2008 dan sudah berkali-kali. Orang-orang inilah yang nanti akan kita kirim, karena sudah punya pengalaman medan dan komunikasi dengan masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, Utut menegaskan bahwa kepastian rencana pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza masih menunggu keputusan politik dan koordinasi internasional, seiring dengan proses perundingan yang terus berlangsung di tingkat global.

Quote