Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram, Wayan Wardana, mendukung pesan tegas Wali Kota terkait pentingnya loyalitas dan integritas aparatur sipil negara (ASN). Namun, ia menilai penyampaian pesan bernada peringatan keras akan lebih efektif jika dilakukan di lingkungan internal pemerintahan agar tidak menimbulkan berbagai persepsi di tengah masyarakat.
“Kalau di tataran internal, saya kira sangat relevan. Bahkan, kalau perlu setiap pertemuan atau apel harus terus ditekankan seperti itu,” ujarnya, dikutip Jumat (31/7/2026).
Menurut Wayan, penguatan integritas aparatur perlu dilakukan secara berkesinambungan. Pesan mengenai loyalitas dan komitmen ASN harus terus diingatkan agar seluruh perangkat pemerintahan memiliki semangat yang sama dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Meski demikian, politikus PDI Perjuangan itu mengingatkan ketika pesan tersebut disampaikan ke ruang publik, masyarakat dapat memberikan beragam penafsiran terhadap kondisi birokrasi.
“Kalau sudah disampaikan ke publik, masyarakat tentu akan menduga-duga. Mereka bisa bertanya-tanya ada apa sebenarnya di internal pemerintahan sampai muncul pesan sekeras itu. Persepsi seperti itu tidak bisa kita salahkan,” katanya.
Wayan menilai, penyampaian pesan mengenai loyalitas dan integritas di lingkungan internal akan lebih tepat untuk memperkuat soliditas organisasi tanpa memunculkan spekulasi yang tidak perlu di tengah masyarakat.
Ia menambahkan, menjaga kekompakan birokrasi merupakan salah satu kunci agar program pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan sesuai target hingga akhir masa pemerintahan.
Karena itu, Wayan mendorong Wali Kota untuk terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) secara berkala guna memastikan seluruh perangkat daerah tetap bekerja sesuai arah kebijakan pemerintah.
“Jangan pernah bosan melakukan evaluasi. Setiap orang punya cara berpikir dan kepentingan yang berbeda,” katanya.
Selain evaluasi rutin, DPRD Kota Mataram juga meminta pemerintah daerah menerapkan sistem reward and punishment secara konsisten sebagai upaya meningkatkan disiplin ASN sekaligus memperkuat penegakan aturan di lingkungan birokrasi.
“Dengan begitu ASN memiliki pedoman yang jelas dalam bekerja,” tegasnya.
Meski muncul berbagai spekulasi terhadap pesan tersebut, Wayan mengaku hingga kini belum melihat adanya persoalan mencolok di lingkungan pemerintahan. Ia berharap soliditas birokrasi tetap terjaga sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan secara optimal.
“Yang penting sekarang adalah bagaimana soliditas itu terus dijaga,” pungkasnya.

















































































